Sinergi BI dan Pemprov Banten Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Gunung Karang Pandeglang

Senin, 27 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PJ Gubernur Banten Al Muktabar saat di Wawancarai media seusai meLaunching Imah Kopi, gunung Karang, Kabupaten Pandeglang. (Foto: Bantenesia)

PJ Gubernur Banten Al Muktabar saat di Wawancarai media seusai meLaunching Imah Kopi, gunung Karang, Kabupaten Pandeglang. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] – Dalam upaya meningkatkan perekonomian di wilayah Kabupaten Pandeglang, Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Banten bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk mengelola lahan pertanian kopi di Gunung Karang, Kampung Juhut, Kabupaten pandeglang.

Diresmikan dengan peluncuran “Imah Kopi”, sebuah kafe yang menjadi wujud kerjasama antara BI Banten dan Pemprov Banten. Acara peresmian dihadiri oleh Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, serta Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Imaduddin Sahabat, juga para Kepala OPD di Pemprov Banten, Minggu (26/11).

Menariknya, Gunung Karang bukan hanya menjadi sumber air minum bagi daerah Serang, Cilegon, dan Pandeglang, tetapi juga dikenal sebagai ladang subur untuk perkebunan kopi. Agus M Tauchid, Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distan) Banten, menyampaikan bahwa masyarakat sekitar Gunung Karang telah menjadikan tanaman kopi sebagai sumber penghasilan, menggantikan pemanfaatan kayu dari hutan.

Baca Juga :  Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026

“Imah Kopi, yang dibangun di lokasi balai benih dan tanaman Dinas Pertanian, adalah wujud kerjasama antara Pemprov Banten dan Bank Indonesia Banten untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Pandeglang,” ungkap Agus M Tauchid.

Kafe Imah Kopi tidak hanya menjadi tempat wisata baru di Gunung Karang, tetapi juga melibatkan aktifitas ekonomi masyarakat setempat. Usaha perkebunan kopi di sekitar kafe akan dijalankan oleh masyarakat Kampung Juhut, memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan (Distan) Banten, Agus M Tauchid. (Foto: Bantenesia)

Agus M Tauchid menambahkan, “Peningkatan ekonomi berbasis kopi adalah fokus kami, dan dalam jangka panjang, kami berambisi membuat program observasi kilometer 0 untuk memperkenalkan kopi Banten dari Gunung Karang hingga ke seluruh dunia.”

Baca Juga :  Ekonomi Banten Tumbuh Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global, QRIS Tembus 3 Juta Pengguna

Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Imaduddin Sahabat, menjelaskan bahwa melalui peluncuran Imah Kopi, mereka bertujuan untuk memperkenalkan kopi asli Banten dari Gunung Karang. “Kita tidak boleh kalah dengan daerah lain. Kami berharap Imah Kopi dapat memperkenalkan kopi khas Banten hingga masuk ke kafe di seluruh Banten dan provinsi lainnya,” ujarnya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Banten, Imaduddin Sahabat bersama Pemprov Banten memberikan Pelakat kepada Owner Imah Kopi Gunung Karang. (Foto: Istimewa)

Imaduddin menekankan bahwa Bank Indonesia Banten akan terus mendukung pertumbuhan kopi Banten, mengingat sejarah yang luhur dan kekayaan alam Gunung Karang sebagai ladang kopi.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita, menyambut baik kehadiran Imah Kopi di Gunung Karang, menyebutnya sebagai langkah tepat mengingat Pandeglang merupakan lokasi argowisata dan argobisnis. “Hari ini, kita membuka potensi dahsyat yang diangkat bersama Pj Gubernur Banten dan Bank Indonesia Banten,” katanya.

Baca Juga :  Liga 4 Banten 2026 Siap Bergulir, 15 Tim Berebut Piala Gubernur
Bupati Pandeglang Irna Narulita. (Foto: Bantenesia)

Dalam penutupan peresmian Imah Kopi, Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, optimis bahwa bisnis kopi di Gunung Karang akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat Pandeglang. “Pemerintah Provinsi Banten dan Bank Indonesia Banten sepenuhnya mendukung lahan perkebunan kopi di Pandeglang. Pandeglang akan menjadi sentra pengembangan kopi, bawang, hingga cabai, dan menjadi pengatur inflasi di Banten,” ujarnya.

Al Muktabar juga menambahkan bahwa upaya pengembangan kopi melalui Imah Kopi tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung program karbon untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan keyakinan ini, ia menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan kekayaan alam Gunung Karang. (Pou)

Berita Terkait

HARPELNAS 2026, Bank BJB KCK Banten Tegaskan Komit Beri Kualitas Layanan dan Jaga Hubungan Erat dengan Nasabah
Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan di HUT RI ke-81, MDR QRIS 0% Diperluas
Semarak PQN 2026, BI Banten Perkuat Digitalisasi QRIS dan Perluas Layanan Pembayaran
Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Bank Indonesia Optimistis Prospek 2026 Tetap Terjaga
FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten
The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:14 WIB

HARPELNAS 2026, Bank BJB KCK Banten Tegaskan Komit Beri Kualitas Layanan dan Jaga Hubungan Erat dengan Nasabah

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:13 WIB

Kartu Kredit Indonesia Diluncurkan di HUT RI ke-81, MDR QRIS 0% Diperluas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Semarak PQN 2026, BI Banten Perkuat Digitalisasi QRIS dan Perluas Layanan Pembayaran

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Bank Indonesia Optimistis Prospek 2026 Tetap Terjaga

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:14 WIB

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran

Berita Terbaru