[BANTENESIA.NET] – Libur sekolah menjadi momen yang paling dinantikan banyak keluarga. Selain dimanfaatkan untuk berwisata, tidak sedikit masyarakat yang menggunakan waktu liburan untuk bersilaturahmi mengunjungi sanak saudara.
Di tengah tingginya mobilitas selama musim liburan, sepeda motor masih menjadi pilihan transportasi favorit karena dinilai praktis, ekonomis, dan mampu menjangkau berbagai lokasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, aspek keselamatan berkendara tetap harus menjadi perhatian utama, terutama saat membawa anak sebagai pembonceng.
Melalui kampanye keselamatan berkendara (Safety Riding), Honda Banten mengingatkan para orang tua agar mempersiapkan perjalanan dengan baik sehingga momen liburan bersama keluarga tetap berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan.
Instruktur Safety Riding PT Mitra Sendang Kemakmuran selaku Main Dealer Honda Banten, Nicko Triandana, mengatakan bahwa anak-anak membutuhkan perhatian khusus ketika dibonceng menggunakan sepeda motor. Hal ini karena kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan serta merespons situasi di jalan belum sebaik orang dewasa.
“Membonceng anak bukan hanya soal mengantar sampai tujuan, tetapi juga memastikan mereka terlindungi selama perjalanan. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan beberapa aspek keselamatan sebelum berkendara,” ujar Nicko.

Menurutnya, terdapat lima hal penting yang wajib diperhatikan sebelum mengajak anak bepergian menggunakan sepeda motor.
Pertama, pastikan anak menggunakan helm berstandar SNI dengan ukuran yang sesuai. Helm yang pas mampu memberikan perlindungan maksimal sekaligus membuat anak tetap nyaman selama perjalanan.
Kedua, pastikan posisi duduk anak berada di belakang pengendara dengan tubuh tegak dan kedua kaki berpijak pada Footstep. Anak tidak dianjurkan duduk di bagian depan karena dapat mengganggu keseimbangan dan kendali sepeda motor.
Ketiga, lengkapi perlengkapan berkendara dengan jaket, celana panjang, serta sepatu tertutup. Perlengkapan ini berfungsi mengurangi risiko cedera apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan.
Keempat, berkendaralah secara halus dan penuh antisipasi. Hindari akselerasi maupun pengereman mendadak, serta sesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan kepadatan lalu lintas.
Kelima, pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat, tidak mengantuk, dan tidak kelelahan. Untuk perjalanan jarak jauh, orang tua disarankan beristirahat secara berkala agar kondisi fisik tetap prima dan anak merasa nyaman sepanjang perjalanan.
Nicko menambahkan, penerapan budaya berkendara yang aman juga menjadi media pembelajaran bagi anak sejak usia dini.
“Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika orang tua terbiasa menggunakan perlengkapan keselamatan dan tertib berlalu lintas, anak juga akan memahami pentingnya keselamatan sejak usia dini,” katanya.
Honda Banten pun mengajak seluruh pengguna sepeda motor untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya berkendara sehari-hari. Dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, menggunakan perlengkapan keselamatan yang lengkap, serta selalu mematuhi aturan lalu lintas, perjalanan selama libur sekolah bersama keluarga dapat dinikmati dengan lebih aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (*/Cipz)







