Peran Penting Tentang PKN

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tia Astiani, Mahasiswi UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Tia Astiani, Mahasiswi UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

nama: Dinda Darmawan

nim:251090200202

Kampus : Universitas Pamulang (UNPAM)

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – secara umum, terdapat opini yang kuat dan didukung oleh berbagai penelitian bahwa pendidikan kewarganegaraan (PKN) atau pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKN) memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam menumbuhkan sikap toleransi di kalangan pelajar dan mahasiswa.

berikut adalah poin-poin kunci dari opini tersebut:

pembekalan nilai pancasila dan bhinneka tunggal ika:

PKN mengajarkan nilai-nilai fundamental negara seperti pancasila (khususnya sila pertama) dan semboyan bhinneka

Baca Juga :  Setelah Lulus: Haruskah Anak Muda Pergi untuk Mendapatkan Pekerjaan?

tunggal ika, yang menjadi landasan filosofis untuk hidup harmonis di tengah keragaman.

pemahaman akan prinsip-prinsip ini membantu siswa menghargai perbedaan.

pengenalan keberagaman:mata pelajaran ini berfungsi sebagai wadah untuk mengenalkan sejarah, keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa di indonesia.

pengetahuan ini membantu siswa memahami latar belakang yang berbeda dan mengurangi prasangka atau stereotip.

pengembangan karakter dan moral: PKN berkontribusi pada pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab, bermoral, dan peduli terhadap orang lain. toleransi adalah salah satu aspek penting dari pengembangan karakter positif ini.

Baca Juga :  Deklarasi Desa Bersinar & Desa Gotong Royong

pencegahan konflik sosial:

dengan memupuk sikap saling menghormati dan menghargai,

PKN berperan dalam mengurangi potensi konflik sosial yang timbul akibat perbedaan, sehingga memperkuat solidaritas dan persatuan bangsa.

metode pembelajaran yang efektif:

penggunaan strategi pembelajaran tertentu seperti diskusi terbuka, proyek kolaboratif, studi kasus, dan simulasi (role-playing) terbukti efektif dalam membangun sikap toleransi dan empati di kalangan siswa.

peran guru sebagai teladan: efektivitas PKN sangat bergantung pada peran guru sebagai fasilitator dan motivator yang juga memberikan contoh nyata sikap toleransi dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Banjir di Kota Serang: Saatnya Pemerintah dan Masyarakat Tidak Hanya Menunggu Air Surut

kesimpulan opini:

PKN bukan hanya mata pelajaran teoretis, melainkan instrumen vital dalam membentuk warga negara yang inklusif dan toleran.

melalui penanaman nilai-nilai sejak dini, PKN membantu siswa berinteraksi secara positif dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, yang pada akhirnya berkontribusi pada terciptanya masyarakat Indonesia yang harmonis dan sejahtera. ***

Berita Terkait

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?
Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas
Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat
Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia
Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?
Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?

Berita Terbaru