[BANTENESIA.NET] – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Banten menegaskan bahwa perekonomian tetap menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dunia (Red: Krisis Global).
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Taklimat Media Triwulan I Tahun 2026, Kamis (7/5/2026) di salah satu Lounge Food & Beverage, di Kota Serang, mengusung tema “Resilensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia”.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi komunikasi kebijakan antara Bank Indonesia, media massa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga optimisme serta stabilitas ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menjelaskan bahwa kondisi Ekonomi Global pada tahun 2026 masih menghadapi tekanan akibat Eskalasi Konflik Geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut berdampak pada kenaikan harga energi, terganggunya rantai pasok global, hingga perlambatan perdagangan internasional yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan melambat ke level 3,0 persen.

Meski demikian, perekonomian nasional tetap mampu menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta efektivitas program prioritas pemerintah. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 13,14 persen (yoy), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Di tingkat daerah, Ekonomi Provinsi Banten bahkan mencatatkan pertumbuhan sedikit lebih tinggi dibanding nasional, yakni sebesar 5,64 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh kuatnya sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta sektor akomodasi dan makan minum.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Banten. Pada Triwulan I 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,92 persen (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,45 persen. Peningkatan ini didorong oleh momentum perayaan Nyepi, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang memicu naiknya aktivitas konsumsi masyarakat.

Tak hanya konsumsi, investasi di Banten juga menunjukkan performa yang impresif. Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp34,36 triliun atau tumbuh 10,6 persen (yoy). Capaian tersebut menempatkan Banten sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Sementara itu, sektor perbankan di Provinsi Banten juga tetap berada dalam kondisi stabil. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit lokasi proyek sebesar 4,68 persen (yoy), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,83 persen (yoy). Kondisi ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
Di era transformasi digital, transaksi pembayaran berbasis QRIS di Banten terus mengalami lonjakan signifikan. Volume transaksi QRIS tumbuh sebesar 68,78 persen (yoy), sedangkan nominal transaksi meningkat hingga 70,72 persen (yoy). Jumlah pengguna QRIS juga naik 9,63 persen dibanding tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menempatkan Provinsi Banten sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS terbesar kelima secara nasional dengan pangsa 5,54 persen. Selain itu, jumlah merchant QRIS di Banten juga berada di posisi kelima nasional dengan pangsa sebesar 6,20 persen.
Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Banten optimistis pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga seiring kuatnya permintaan domestik, keberlanjutan investasi, serta sinergi kebijakan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan digitalisasi daerah, Bank Indonesia Provinsi Banten juga akan menggelar Regional Event 2026 bertajuk Sharia Festival Jawara (SHAFARA) x Digital Jawara (DIGIWARA) 2026, pada 22–24 Mei 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah, Digitalisasi Sistem Pembayaran, serta Pemberdayaan UMKM di Provinsi Banten.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Bank Indonesia Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. (Cipz)







