BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global

Kamis, 7 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Taklimat Media Triwulan I Tahun 2026, KPw BI Banten dengan mengusung Tema “Resilensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia”. (Foto: Bantenesia)

Taklimat Media Triwulan I Tahun 2026, KPw BI Banten dengan mengusung Tema “Resilensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia”. (Foto: Bantenesia)

[BANTENESIA.NET] – Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Banten menegaskan bahwa perekonomian tetap menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dunia (Red: Krisis Global).

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Taklimat Media Triwulan I Tahun 2026, Kamis (7/5/2026) di salah satu Lounge Food & Beverage, di Kota Serang, mengusung tema “Resilensi Ekonomi Banten di Tengah Ketidakpastian Kondisi Geopolitik Dunia”.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi komunikasi kebijakan antara Bank Indonesia, media massa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga optimisme serta stabilitas ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Ameriza M. Moesa, menjelaskan bahwa kondisi Ekonomi Global pada tahun 2026 masih menghadapi tekanan akibat Eskalasi Konflik Geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut berdampak pada kenaikan harga energi, terganggunya rantai pasok global, hingga perlambatan perdagangan internasional yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan melambat ke level 3,0 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten, Ameriza M Moesa. (Foto: Bantenesia)

Meski demikian, perekonomian nasional tetap mampu menunjukkan kinerja yang solid. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta efektivitas program prioritas pemerintah. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 13,14 persen (yoy), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Baca Juga :  Akan Lakukan Coaching Clinic di Bandung (Wingdik 800/Pasgat), Kolonel Pas Helmi Ardianto Nange Bertemu Atlet Juara Dunia Skydiving

Di tingkat daerah, Ekonomi Provinsi Banten bahkan mencatatkan pertumbuhan sedikit lebih tinggi dibanding nasional, yakni sebesar 5,64 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh kuatnya sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi dan pergudangan, serta sektor akomodasi dan makan minum.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Banten. Pada Triwulan I 2026, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,92 persen (yoy), meningkat dibanding triwulan sebelumnya sebesar 5,45 persen. Peningkatan ini didorong oleh momentum perayaan Nyepi, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang memicu naiknya aktivitas konsumsi masyarakat.

Baca Juga :  BI dan Pemprov Banten Dorong Produktivitas Pertanian Lewat GNPIP 2025: Targetkan Produksi dan Stabilitas Harga Pangan
Deputi Direktur/ Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah. (Foto: Bantenesia)

Tak hanya konsumsi, investasi di Banten juga menunjukkan performa yang impresif. Realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp34,36 triliun atau tumbuh 10,6 persen (yoy). Capaian tersebut menempatkan Banten sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar ketiga secara nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Sementara itu, sektor perbankan di Provinsi Banten juga tetap berada dalam kondisi stabil. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit lokasi proyek sebesar 4,68 persen (yoy), sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,83 persen (yoy). Kondisi ini menunjukkan fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Di era transformasi digital, transaksi pembayaran berbasis QRIS di Banten terus mengalami lonjakan signifikan. Volume transaksi QRIS tumbuh sebesar 68,78 persen (yoy), sedangkan nominal transaksi meningkat hingga 70,72 persen (yoy). Jumlah pengguna QRIS juga naik 9,63 persen dibanding tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menempatkan Provinsi Banten sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS terbesar kelima secara nasional dengan pangsa 5,54 persen. Selain itu, jumlah merchant QRIS di Banten juga berada di posisi kelima nasional dengan pangsa sebesar 6,20 persen.

Baca Juga :  BI Banten Imbau Warga Bijak Berbelanja Jelang Natal dan Tahun Baru untuk Cegah Inflasi

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Banten optimistis pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga seiring kuatnya permintaan domestik, keberlanjutan investasi, serta sinergi kebijakan antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pemangku kepentingan.

Deputi Direktur/ Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten, Agus Sumirat. (Foto: Bantenesia)

Sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan digitalisasi daerah, Bank Indonesia Provinsi Banten juga akan menggelar Regional Event 2026 bertajuk Sharia Festival Jawara (SHAFARA) x Digital Jawara (DIGIWARA) 2026, pada 22–24 Mei 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah, Digitalisasi Sistem Pembayaran, serta Pemberdayaan UMKM di Provinsi Banten.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Bank Indonesia Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. (Cipz)

Berita Terkait

Kesejahteraan Petani Padi, OJK dan Pemkab Lebak Bersinergi Pembiayaan dan Hilirisasi Pertanian
Bank Indonesia Banten: KKB x BIF 2026 Lampaui Target Transaksi, Tembus Rp15,85 Miliar
KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi
Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern
Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026
Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan
Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kesejahteraan Petani Padi, OJK dan Pemkab Lebak Bersinergi Pembiayaan dan Hilirisasi Pertanian

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Bank Indonesia Banten: KKB x BIF 2026 Lampaui Target Transaksi, Tembus Rp15,85 Miliar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB