Menakar Efektivitas Keadilan Restorative Justice

- Redaktur

Selasa, 2 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto Ilustrasi: Net)

(Foto Ilustrasi: Net)

Penulis: Azzahra Najma Rosyada
(Mahasiswa Hukum Unpam Kampus Serang)

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Penerapan Restorative Justice (Keadilan Restoratif) di Indonesia kini mulai mendapat perhatian lebih karena dianggap menawarkan cara penyelesaian perkara yang lebih manusiawi dan efisien. Dibandingkan membawa semua perkara ke pengadilan.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi pelaku dan korban untuk berdialog dan mencari solusi yang memulihkan keadaan. Banyak kasus pidana ringan bisa diselesaikan di luar pengadilan melalui mediasi antara pelaku, korban, dan komunitas. Sehingga, proses hukum bisa berjalan lebih cepat, dan pengadilan pun dapat fokus pada perkara yang lebih serius.

Baca Juga :  Kasus Nadiem Makarim dan Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook: Tantangan Mewujudkan Pendidikan yang Bersih dan Transparan

Secara konsep, Restorative Justice menawarkan jalan tengah yang humanis. Efektivitas Restorative Justice tidak hanya dinilai dari sisi administrasi saja.

Inti dari keadilan sebenarnya berada pada apakah korban mendapat pemulihan yang layak. Dalam beberapa situasi justru korban merasa lebih dihargai karena mereka memiliki kesempatan menyampaikan perasaan, menerima permintaan maaf langsung, atau mendapat ganti rugi yang jelas.

Baca Juga :  Anatomi Kriminalitas Over-Kredit: Mengapa Hukum Perikatan Gagal Mencegah Pidana Fidusia?

Meski begitu,keberhasilan ini tetap sangat bergantung pada kejujuran pelaku dan perlindungan terhadap korban, agar proses tidak berubah menjadi ajang tekanan atau kesepakatan yang tidak seimbang.

Tantangan penerapan Restorative Justice tentu saja cukup besar. Dalam penerapan Restorative Justice perlu adanya batasan jelas untuk kasus-kasus berat, standar kompetensi mediator, dan pengawasan ketat agar tidak disalahgunakan atau malah menjadi alat impunitas.

Baca Juga :  Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat

Secara keseluruhan, Restorative Justice dapat dikatakan efektif dalam mengurangi beban pengadilan dan berpotensi memberikan keadilan bagi korban selama penerapannya dilakukan secara selektif, transparan, dan benar-benar berorientasi pada pemulihan.

Dengan pengawasan yang kuat,pendekatan ini bisa menjadi salah satu labgkah penting dalam membangun sistem peradilan yang lebih efisien,manusiawi dan berkeadilan. ***

Berita Terkait

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Menagih Janji Betonisasi Jalur Sawah Luhur sampai Kaligandu
Pentingnya Mengetahui Hukum bagi Gen Z
Literasi Digital Pelajar Tidak Boleh Menunggu Masalah Datang: Pelajaran dari PKM UNPAM Serang di SMAN 1 Kramatwatu
Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:21 WIB

Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Menagih Janji Betonisasi Jalur Sawah Luhur sampai Kaligandu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:10 WIB

Pentingnya Mengetahui Hukum bagi Gen Z

Berita Terbaru