Generasi Z Jadi Garda Terdepan Menjaga Pancasila di Era Digital

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

Penulis: ALFINA NURUL HIJAROH
(251090200699)
alfinanurul837@gmail.com

Program Studi Sarjana Hukum UNPAM Serang

[BANTENESIA.NET] – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks. Namun di balik tantangan tersebut, Generasi Z justru dinilai memiliki potensi besar menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi ideologi bangsa melalui kreativitas dan inovasi di ruang digital.

Pancasila yang sejak awal menjadi dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa kini diuji oleh perubahan zaman. Generasi muda yang lahir di era internet tumbuh dengan pola pikir terbuka, cepat beradaptasi terhadap teknologi, dan memiliki akses luas terhadap berbagai informasi global. Kondisi ini membawa peluang sekaligus ancaman terhadap penguatan nilai kebangsaan.

Penelitian terbaru mengenai dinamika perkembangan Pancasila di kalangan Generasi Z menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi arena utama dalam proses internalisasi nilai-nilai kebangsaan. Platform digital seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube dimanfaatkan generasi muda untuk menyebarkan pesan toleransi, gotong royong, persatuan, hingga kampanye anti-perundungan.

Baca Juga :  Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Seminar di SMKN 1 Ciruas

Fenomena tersebut terlihat dari maraknya konten edukatif bertema kebangsaan yang dibuat para kreator muda. Dengan pendekatan visual yang kreatif dan ringan, pesan-pesan Pancasila menjadi lebih mudah diterima oleh sesama generasi muda.

Namun, di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan ancaman serius. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga konflik berbasis isu SARA masih kerap ditemukan di media sosial. Situasi ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap Pancasila di kalangan Generasi Z masih sering berhenti pada tataran teori dan belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Media sosial menjadi dua sisi yang berbeda. Di satu sisi mampu menjadi sarana penyebaran nilai Pancasila secara luas, namun di sisi lain juga dapat memicu perpecahan jika tidak digunakan secara bijak,” demikian salah satu kesimpulan dalam penelitian tersebut.

Baca Juga :  Smart Home, Smart Campus, Smart Life: Saat Gen Z Sistem Komputer Mengubah Cara Kita Hidup

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap perilaku Generasi Z di ruang digital. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar responden memahami nilai dasar Pancasila seperti toleransi, persatuan, dan gotong royong. Namun implementasi nyata, khususnya dalam interaksi digital, masih belum optimal.

Rendahnya literasi digital disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Banyak generasi muda yang belum mampu memilah informasi secara kritis sehingga mudah terjebak dalam penyebaran informasi palsu maupun perdebatan yang memicu polarisasi sosial.

Perjalanan perkembangan Pancasila sendiri mengalami dinamika panjang sejak era Reformasi 1998. Pada masa awal reformasi, Pancasila sempat mengalami depolitisasi dan tidak lagi menjadi doktrin tunggal negara. Memasuki periode konsolidasi demokrasi, pemerintah kembali memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi.

Kini, di era digitalisasi dan globalisasi, tantangan semakin kompleks dengan munculnya radikalisme digital, budaya individualisme, serta pengaruh budaya asing yang begitu cepat masuk melalui internet. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah membentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) guna memperkuat pemahaman ideologi bangsa, khususnya di kalangan generasi muda.

Baca Juga :  Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan nilai-nilai Pancasila di era modern sangat bergantung pada kemampuan bangsa beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Generasi Z dipandang memiliki peluang besar menjadi agen perubahan yang mampu menjaga relevansi Pancasila di masa depan.

Karena itu, penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila dan peningkatan literasi digital dinilai menjadi langkah penting agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Dengan pendekatan yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai perkembangan zaman, Pancasila diyakini tetap dapat menjadi fondasi utama bangsa Indonesia di tengah tantangan era digital yang terus berkembang. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52