Pengaruh E-Government terhadap Kepuasan Masyarakat dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kota Cilegon 2025

- Redaktur

Senin, 8 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Annisa Maulina Shalimar, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Annisa Maulina Shalimar, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Penulis : Annisa Maulina Shalimar
Dosen Pembimbing : Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.,
Kepala Program Studi : Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos
Kemahasiswaan : Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P
Program Studi : Administrasi Negara
Universitas Pamulang, Serang

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Perkembangan e-government di Kota Cilegon pada tahun 2025 memunculkan beragam pandangan dari masyarakat mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan.

Secara umum, sebagian besar masyarakat menilai bahwa penerapan layanan berbasis elektronik—seperti pembuatan KTP-el, Kartu Keluarga, akta kelahiran, maupun layanan perpindahan penduduk—telah membawa perubahan yang cukup signifikan dibandingkan metode manual sebelumnya.

Penduduk merasa lebih mudah mengakses layanan karena dapat dilakukan dari rumah, mengurangi antrean panjang di kantor Disdukcapil, serta mempersingkat waktu pengurusan dokumen yang selama ini dianggap rumit dan memakan banyak waktu.

Baca Juga :  Pimpin Apel Hari Santri Nasional Tahun 2023, Walikota Serang: Semangat Jihad Santri Jayakan Negeri

Namun demikian, opini publik juga menunjukkan bahwa keberhasilan e-government tidak hanya diukur dari ketersediaan sistem digital, tetapi juga dari kualitas implementasinya.

Masyarakat menilai bahwa masih terdapat beberapa kendala teknis seperti server yang lambat, aplikasi yang sesekali error, serta proses verifikasi yang belum sepenuhnya otomatis. Bagi sebagian warga, terutama yang berusia lanjut atau kurang familiar dengan teknologi, hadirnya sistem online justru menjadi tantangan baru karena membutuhkan kemampuan digital dasar yang tidak semua orang miliki.

Baca Juga :  Menjaga Warisan Budaya: Refleksi Diri Insan Seni Banten

Hal ini menimbulkan pandangan bahwa e-government memang memudahkan, tetapi belum benar-benar inklusif.

Meski terdapat berbagai catatan dan kekurangan, sebagian besar publik berpendapat bahwa kehadiran e-government tetap menjadi langkah penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akurasi data kependudukan.

Masyarakat merasa lebih percaya karena prosesnya tercatat secara digital dan meminimalkan ‘tatap muka’ yang selama ini rentan terhadap praktik pungutan liar.

E-government juga dinilai mampu mempercepat penanganan aduan dan memberikan kepastian waktu layanan, yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kepuasan masyarakat.

Baca Juga :  Lurah Taman Baru, Arifudin: Jauhi Judi Online, Demi Kesejahteraan Masyarakat

Secara keseluruhan, opini publik pada tahun 2025 menunjukkan bahwa e-government di Kota Cilegon memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan masyarakat, meskipun masih membutuhkan perbaikan dalam hal infrastruktur digital, literasi teknologi, serta stabilitas sistem.

Masyarakat berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan, memperbaiki tampilan dan kecepatan aplikasi, serta memastikan bahwa tidak ada kelompok warga yang tertinggal dalam proses digitalisasi.

Dengan dukungan perbaikan yang berkelanjutan, e-government berpotensi menjadi pilar utama dalam mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih modern, cepat, dan ramah masyarakat. ***

Berita Terkait

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai
Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah
Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan
Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas
Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani
Sengketa Kepemilikan Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten
Air untuk Siapa? Konflik Agraria dan Ketidakadilan di Cadasari
Tanah untuk Siapa? Konflik Agraria dan Negara yang Abai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:43 WIB

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah

Selasa, 7 April 2026 - 19:57 WIB

Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan

Senin, 6 April 2026 - 21:23 WIB

Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB

Basreng IRIE - Le Marley. (Foto: Istimewa)

Cerita

Basreng IRIE: Cara Unik Le Marley Jual Musik Lewat Camilan

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:01 WIB