[BANTENESIA.NET] – Di tengah derasnya arus tren kuliner dan industri musik yang biasanya berjalan di jalur masing-masing, sebuah terobosan unik justru muncul dari Kota Serang, Banten.
Seorang musisi, Le Marley menghadirkan ide tak biasa: menjual Musik lewat Camilan Basreng.
Produk bernama “Basreng IRIE” ini bukan sekadar makanan ringan pedas pada umumnya. Di balik kemasannya yang sederhana dan harga yang terjangkau, tersimpan pengalaman ganda yang menggabungkan rasa dan irama.

Setiap kemasan dilengkapi barcode yang dapat dipindai, membawa pembeli masuk ke dunia musik pilihan yang dikurasi langsung oleh Le Marley.
Gagasan ini lahir dari keresahan sederhana, bagaimana membuat musik lebih dekat dan mudah diakses oleh semua kalangan. Di tengah dominasi platform digital berbayar, Le Marley justru menghadirkan pendekatan berbeda dengan ‘menyisipkan’ musik ke dalam pengalaman sehari-hari, bahkan dari camilan seharga lima ribuan.
Lebih dari sekadar inovasi produk, Basreng IRIE menjadi bentuk distribusi karya yang out of the box.

Produk ini menjembatani dua dunia sekaligus: kuliner dan musik, menciptakan pengalaman baru yang belum banyak dijumpai di pasar lokal.
Sekilas mungkin terdengar nyeleneh. Namun, dari ide yang tak biasa inilah lahir pendekatan segar dalam menikmati musik—bukan hanya didengar, tetapi juga dirasakan dalam setiap gigitan. (*/Cipz)








