Menjaga Warisan Budaya: Refleksi Diri Insan Seni Banten

Kamis, 11 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Iqbal Syahpoetra, Mahasiswa Pecinta Budaya Banten. (Foto: Istimewa)

Muhammad Iqbal Syahpoetra, Mahasiswa Pecinta Budaya Banten. (Foto: Istimewa)

Oleh: Muhammad Iqbal Syahpoetra
Mahasiswa Pecinta Budaya Banten

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Saat berdiri di antara hiruk-pikuk Pesta Kaibon 2025, saya merasakan lebih dari sekadar sebuah festival. Ini adalah detak jantung sejarah yang masih bergerak, napas budaya leluhur yang tak pernah padam.

Sebagai mahasiswa yang lahir dan besar di tanah Banten, saya melihat festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah perjuangan untuk menjaga identitas yang kian terkikis oleh derasnya arus modernisasi.

Ketika 17 subsektor ekonomi kreatif memenuhi Alun-Alun Kota Serang, saya melihat masa depan yang tersimpan dalam setiap booth, setiap karya, setiap ekspresi budaya. Bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya nyata untuk mentransformasi warisan leluhur ke dalam konteks kontemporer.

Baca Juga :  Pentingnya Talkshow dalam Mengoptimalkan Potensi Sumber Daya Manusia di Era Society 5.0 ▬

Kami, mahasiswa, tidak ingin sejarah Kesultanan Banten hanya menjadi cerita di buku-buku tua, melainkan hidup dan bernafas dalam setiap langkah generasi muda.

Partisipasi kami tidak sekadar simbolis. Dari Kaibon Run yang mengumpulkan 1.000 peserta hingga kegiatan kajian rohani yang diikuti 1.500 orang, kami membuktikan bahwa cinta pada budaya bukanlah sekadar retorika kosong.

Kami adalah penjaga, pewaris, sekaligus kreator ulang narasi budaya Banten.
Saya teringat pesan para sesepuh, bahwa budaya adalah akar yang menopang pohon peradaban.

Pesta Kaibon 2025 memperlihatkan bagaimana akar itu tidak sekadar dirawat, tetapi diberi ruang untuk tumbuh, berkembang, dan bertunas dengan cara yang segar dan dinamis.

Baca Juga :  Healing dan Self-Care: Tren Gaya Hidup atau Indikator Tekanan Sosial?

Keputusan menyelenggarakan festival di Alun-Alun, bukan di situs sejarah, adalah simbol bijak bagaimana kami ingin melestarikan tanpa membuat warisan menjadi benda mati yang dibatasi tembok.

Sebagai generasi muda, kami sadar benar bahwa pelestarian budaya bukanlah sekadar tentang mengawetkan masa lalu. Ini tentang bagaimana kami memberi nafas baru pada warisan leluhur, menerjemahkannya ke dalam bahasa yang dipahami generasi kini.

Setiap karya seni, setiap pertunjukan, setiap booth ekonomi kreatif adalah cara kami bercerita tentang Banten yang tak pernah berhenti bergerak.

Target festival yang ambisius – 10.000 pengunjung bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa budaya memiliki daya hidup, mampu membangkitkan ekonomi, menggerakkan kreativitas, dan membangun kebanggaan kolektif.

Baca Juga :  Catat Waktunya! Banten Creative Festival Akan Meriahkan Akhir Tahun dengan Kehadiran Artis dan Diskon Heboh 80%

Kami tidak ingin warisan budaya sekadar menjadi tontonan, melainkan menjadi spirit penggerak kemajuan.

Kepada generasi tua, kami berjanji akan terus menjaga, mengembangkan, dan menghidupkan kembali jejak sejarah Kesultanan Banten.

Kepada generasi mendatang, kami akan menurunkan api semangat ini – api yang tak pernah padam, api yang selalu memperbarui diri.

Pesta Kaibon 2025 bukanlah akhir, melainkan sebuah titik awal. Sebuah komitmen bahwa budaya Banten akan terus hidup, bernapas, dan berkembang. Bukan sebagai museum yang membeku, melainkan sebagai organisme hidup yang selalu bergerak, selalu bernafas, selalu bercerita. ***

Berita Terkait

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?
Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?
Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN
Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus
Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:36 WIB

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?

Kamis, 10 September 2026 - 12:37 WIB

Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?

Rabu, 2 September 2026 - 21:37 WIB

Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11 WIB

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Berita Terbaru