Oleh:
1. Royen Frandika Sitorus
2. Dwian Hadinata
3. Halifatul Amini
4. Retna Nindian Lestari
5. Siti Alfiah
6. Mina Wati Dewi
[BANTENESIA.NET], Pandeglang – Upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Kampus Serang di Desa Sidamukti, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kegiatan bertajuk “Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana pada UMKM Kerupuk Kerang” ini menjadi langkah nyata dalam membantu pelaku usaha lokal mengelola keuangan secara lebih profesional dan berkelanjutan.

Desa Sidamukti dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerupuk kerang yang memanfaatkan hasil laut sebagai bahan baku utama. Meski memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, banyak pelaku UMKM di wilayah tersebut masih menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan usaha.
Ketua tim pelaksana, Royen Frandika Sitorus, menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku usaha belum memiliki sistem pencatatan keuangan yang terstruktur. Bahkan, tidak sedikit yang masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.

“Akibatnya, mereka kesulitan mengetahui kondisi keuangan usaha secara pasti, termasuk besaran keuntungan maupun kerugian yang diperoleh,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM menghadirkan pelatihan yang tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung penyusunan laporan keuangan sederhana. Sebanyak 15 pelaku UMKM kerupuk kerang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Mei 2026 tersebut.
Dalam pelatihan, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi harian, penyusunan buku kas, hingga pembuatan laporan laba rugi sederhana. Metode yang digunakan bersifat partisipatif sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang diberikan sesuai kondisi usaha masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam mengelola usaha, mulai dari pengendalian biaya produksi hingga perencanaan pengembangan usaha.

Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan. Tingkat pemahaman peserta terkait penyusunan laporan keuangan meningkat hingga 30 persen, sementara keterampilan teknis dalam melakukan pencatatan keuangan naik sebesar 25 persen.
Selain itu, sekitar 80 persen peserta mengaku telah memahami pentingnya pencatatan keuangan usaha, 75 persen mampu melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, serta 70 persen menyatakan siap menerapkan sistem pencatatan keuangan dalam operasional usahanya.
Tidak hanya meningkatkan kemampuan administrasi usaha, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran para pelaku UMKM untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan tata kelola bisnis yang lebih sehat dan profesional.

Tim pelaksana berharap program serupa dapat terus berlanjut melalui pendampingan berkala sehingga pelaku UMKM mampu menerapkan ilmu yang diperoleh secara konsisten. Dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak juga diharapkan dapat memperkuat pengembangan UMKM melalui akses permodalan, legalitas usaha, serta pemasaran digital.
Melalui pelatihan sederhana namun berdampak besar ini, UMKM kerupuk kerang Desa Sidamukti diharapkan semakin siap berkembang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Pandeglang. ***







