Dinamika Perkembangan Pancasila di Era Modern Generasi

Minggu, 14 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Prodi Sarjana Hukum UNPAM Cabang Serang-Banten, Satria Keva Razrival. (Foto: Istimewa)

Mahasiswa Prodi Sarjana Hukum UNPAM Cabang Serang-Banten, Satria Keva Razrival. (Foto: Istimewa)

Oleh: Satria Keva Razrival
NIM: 251090200460
(Mahasiswa Prodi Sarjana Hukum UNPAM Cabang Serang-Banten)

bangkepoyy@gmail.com

[BANTENESIA.NET] – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital, eksistensi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan sekaligus peluang baru. Generasi Z, yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan serba digital, dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga relevansi ideologi bangsa di era modern.

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia selama ini menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat membawa berbagai pengaruh global yang dapat memengaruhi pola pikir, sikap, dan perilaku generasi muda.

Sebuah kajian mengenai dinamika perkembangan Pancasila di kalangan Generasi Z menunjukkan bahwa kelompok usia muda saat ini memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap nilai-nilai dasar Pancasila, seperti toleransi, gotong royong, dan persatuan. Meski demikian, implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama di ruang digital, masih menghadapi berbagai tantangan.

Baca Juga :  Yayasan Kakak Aman: Garda Terdepan Melawan Kekerasan Seksual di Banten

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang adaptif terhadap teknologi, memiliki akses informasi yang luas, serta terbuka terhadap berbagai perkembangan dunia. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial, platform edukasi, dan berbagai komunitas digital.

Fenomena munculnya konten edukatif bertema kebangsaan menjadi salah satu contoh positif. Banyak kreator muda memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan toleransi, kampanye anti-perundungan, ajakan menjaga persatuan, hingga edukasi tentang keberagaman Indonesia.

“Media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila dengan cara yang lebih kreatif dan mudah diterima oleh generasi muda,” demikian salah satu temuan dalam kajian tersebut.

Baca Juga :  PKM UNPAM Serang di Pandeglang: Edukasi Finansial Digital untuk Bentuk Generasi Visioner

Namun di balik peluang tersebut, ruang digital juga menyimpan tantangan serius. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga konflik opini yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih kerap terjadi di media sosial. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemahaman teoritis terhadap Pancasila belum sepenuhnya diikuti oleh pengamalan yang konsisten dalam kehidupan digital.

Rendahnya literasi digital juga menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut. Tanpa kemampuan menyaring informasi secara kritis, generasi muda rentan terpengaruh oleh narasi yang dapat memicu polarisasi dan melemahkan nilai persatuan.

Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila perlu terus dilakukan dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman. Strategi komunikasi yang adaptif dan memanfaatkan teknologi digital dinilai menjadi kunci agar nilai-nilai kebangsaan tetap relevan bagi Generasi Z.

Baca Juga :  Di Balik Teror Pocong: Pentingnya Kewaspadaan terhadap Modus Kejahatan Baru

Dalam perkembangannya, upaya penguatan ideologi Pancasila juga terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang bertugas memperkuat pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya di kalangan generasi muda.

Pada akhirnya, Generasi Z dipandang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sekaligus penjaga eksistensi Pancasila di masa depan. Dengan dukungan pendidikan karakter yang kuat, literasi digital yang memadai, serta pemanfaatan teknologi secara bijak, generasi muda Indonesia diyakini mampu menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

“Pancasila tidak hanya menjadi warisan bangsa, tetapi juga kompas moral yang harus terus dihidupkan oleh Generasi Z dalam menghadapi tantangan era digital”. (Serang 27 April 2026) ***

Berita Terkait

Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang
Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas
Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan
Magang di Unit Aset dan Logistik, Mahasiswa Dukung Inventarisasi Barang Medis dan Nonmedis untuk Menunjang Pelayanan RS Dr. Drajat Prawiranegara
UPG Terjunkan 1.142 Mahasiswa KKM ke 67 Kelurahan di Kota Serang
Mahasiswa Administrasi Negara UNPAM Serang Perkuat Pengalaman melalui Magang di Kesbangpol Kabupaten Serang
Mahasiswa UNPAM Perkuat Karakter Bangsa Melalui Program Magang di Kesbangpol Kabupaten Serang
Analisis Tata Kelola Administrasi Pemerintahan pada Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Cilegon

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Lokakarya KKM UPG Jadi Momentum Dorong Ekonomi Masyarakat Kota Serang

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:52 WIB

Mahasiswa Magang UNPAM Pelajari Peran Dinas Perhubungan dalam Meningkatkan Kelancaran Arus Lalu Lintas

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:53 WIB

Mahasiswa Administrasi Negara Pelajari Penerapan SOP dalam Pelayanan Pelanggan

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:19 WIB

Magang di Unit Aset dan Logistik, Mahasiswa Dukung Inventarisasi Barang Medis dan Nonmedis untuk Menunjang Pelayanan RS Dr. Drajat Prawiranegara

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:29 WIB

UPG Terjunkan 1.142 Mahasiswa KKM ke 67 Kelurahan di Kota Serang

Berita Terbaru