Opini Penerapan Bhinneka Tunggal Ika di Era Milenial

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yosefus Jefrin Cocang, Mahasiswa UNPAM Serang. (Foto: Isitmewa)

Yosefus Jefrin Cocang, Mahasiswa UNPAM Serang. (Foto: Isitmewa)

Nama : Yosefus Jefrin Cocang

Nim : 251090200039

Kampus : Universitas Pamulang (UNPAM)

[BANTENESIA,NET], KOTA SERANG – Di era milenial saat ini, penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika menghadapi tantangan yang berbeda dari masa lalu.

Media sosial dan teknologi digital telah menciptakan fenomena paradoks, di satu sisi mempermudah koneksi antar-kelompok, namun di sisi lain justru memperkuat echo chamber dan polarisasi.

Tantangan utama yang dihadapi

Filter bubble di media sosial yang membuat milenial cenderung hanya terpapar pandangan yang sejalan dengan mereka Meningkatnya hoaks dan disinformasi yang memecah belah, terutama isu-isu SARA.

Baca Juga :  Hukum Perikatan di Era Digital: Menjaga Kepastian Hukum dan Kepercayaan Publik

Memudarnya interaksi langsung antar-kelompok berbeda karena dominasi interaksi virtual.

Individualisasi yang berlebihan sehingga mengurangi rasa kebersamaan kolektif Peluang Positif Namun, generasi milenial sebenarnya memiliki potensi besar untuk memperkuat Bhinneka Tunggal Ika.

Keterbukaan pikiran. Milenial umumnya lebih toleran dan terbuka terhadap perbedaan dibanding generasi sebelumnya.

Mereka lebih mudah menerima keberagaman orientasi, latar belakang, dan pemikiran.

Literasi digital Ketika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi justru bisa menjadi jembatan.

Baca Juga :  Adab diatas Ilmu, Ungkapan Klasik Sering Terlupakan

Platform digital memungkinkan dialog lintas budaya yang lebih luas dan mendalam.

Kreativitas konten Milenial piawai menciptakan konten kreatif yang merayakan keberagaman dari vidio, musik, hingga kampanye viral yang mempromosikan toleransi.

Rekomendasi Penerapan

Untuk mengoptimalkan penerapan Bhinneka Tunggal Ika di kalangan milenial, diperlukan pendekatan yang relevan dengan karakteristik generasi ini.

Pendidikan multikulturalisme harus dikemas lebih menarik dan kontekstual, bukan sekadar hafalan.

Perlu juga gerakan digital positif yang masif untuk melawan konten-konten intoleran, serta menciptakan lebih banyak ruang dialog terbuka baik online maupun offline.

Baca Juga :  Jeritan Banten di Tengah Industrialisasi: Program Pemerintah Gagal Kurangi Angka Pengangguran dan Kemiskinan

Yang terpenting, Bhinneka Tunggal Ika harus diterjemahkan dalam aksi nyata sehari-hari bukan hanya slogan.

Milenial perlu melihat bahwa menghargai perbedaan bukan tentang menghilangkan identitas, melainkan memperkaya pengalaman hidup bersama. penerapan Bhinneka Tunggal Ika di era milenial adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan adaptasi pendekatan.

Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi dan karakteristik positif generasi milenial, semboyan ini justru bisa lebih hidup dan bermakna di zaman modern. ***

Berita Terkait

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?
Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda
Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dan Jepang: Membangun Penegakan Hukum yang Berintegritas dan Berorientasi pada Kepastian Hukum
Zombieisme Menjadi Paham Konsumtif: Suatu Tinjauan terhadap Perilaku Konsumtif Masyarakat Indonesia
Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Siber: Perbandingan Indonesia dan Tiongkok

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:52

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:57

Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:29

Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Senin, 13 Juli 2026 - 10:25

Pentingnya Menguasai Sistem Komputer bagi Generasi Muda

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52