Tim Kelompok:
Ketua: Syahri Denta Ramadhanu,
Adrian Raihansyah,
Khoirunnisa Awalia Putri, dan
Syufatul Ami Mubarokah
Bimbingan Dosen : Muhammad Akbar Maulana, S.IP., M.IP,
Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET], SERANG – Media sosial kini sudah menjadi bagian dari keseharian pelajar. Mereka memakainya untuk belajar, berkarya, dan berteman. Namun di balik kemudahan itu, ada risiko yang mengintai, mulai dari hoaks, perundungan di dunia maya, hingga data pribadi yang disalahgunakan.
Untuk membantu siswa menghadapi persoalan tersebut, tim mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang yang terdiri atas Syahri Denta Ramadhanu sebagai ketua, Adrian Raihansyah, Khoirunnisa Awalia Putri, dan Syufatul Ami Mubarokah, dengan bimbingan dosen Muhammad Akbar Maulana, S.IP., M.IP, menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMAN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang, kamis 15 oktober 2026. Kegiatan bertema “Penguatan Etika Bermedia Sosial dan Literasi Digital Bagi Siswa SMAN 1 Kramatwatu Dalam Mendukung Civic Governance di Era Pemerintahan Digital” ,diikuti 36 siswa, dan dibuka oleh perwakilan pihak sekolah ibu Siti Zubaida,S.Pd, M.Pdsebagai wakil kepala sekolah di bidang humas.
Ketua Pelaksana PKM, Syahri Denta Ramadhanu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan serta membantu siswa memakai media sosial dengan aman, sopan, dan bermanfaat.
Materi dibuka dengan penjelasan bahwa media sosial punya dua sisi. Siswa diingatkan bahwa unggahan mudah tersimpan dan sulit dihapus, serta bahwa algoritma cenderung menampilkan hal yang sejalan dengan pendapat kita sehingga mudah membuat orang merasa paling benar. Siswa kemudian mengenal empat pilar literasi digital, yaitu kecakapan, etika, keamanan, dan budaya digital, lalu membahas etika bermedia sosial: bertanggung jawab, berempati, menghormati perbedaan, menghargai karya orang, dan menjaga privasi.
Pada materi hoaks, siswa diajak mengenali ciri-cirinya, seperti judul yang heboh, sumber yang tidak jelas, isi yang memancing emosi, dan ajakan agar segera disebarkan. Mereka lalu diperkenalkan lima langkah sebelum membagikan informasi: memeriksa sumber, membandingkan dengan sumber lain, menelusuri konteks, memakai situs cek fakta, dan menahan diri untuk tidak langsung meneruskan. Tim menyebutnya dengan semboyan “saring dulu, baru sharing”.
Siswa juga membahas perundungan online. Mereka diajak memahami bahwa candaan yang menyakiti perasaan tetap termasuk perundungan, serta mempelajari langkah yang bisa dilakukan, yaitu tidak membalas dengan emosi, menyimpan bukti, melaporkan, dan bercerita kepada guru atau orang tua. Pada bagian data pribadi, siswa diingatkan agar tidak membagikan kode OTP, kata sandi, atau nomor identitas, dan mulai memakai kata sandi yang kuat serta verifikasi dua langkah.
Penyampaian materi dipadukan dengan diskusi tanya jawab, agar siswa bisa lebih memahaminya.
Dosen Pembimbing, Muhammad Akbar Maulana, S.IP., M.I.P, menyebutkan bahwa warga yang melek digital berperan penting dalam menjaga kualitas layanan publik. Warga tidak hanya menerima layanan, tetapi juga dapat memberi masukan dan ikut mengawasi, selama dilakukan dengan cara yang benar. Konsep ini dikenal sebagai Civic Governance, yaitu keterlibatan warga dalam tata kelola pemerintahan.
Di akhir kegiatan, tim PKM menyerahkan cendramata secara simbolis sebagai tanda terima kasih kepada pihak perwakilan SMAN 1 Kramatwatu. Tim berharap materi ini tidak berhenti di ruang kegiatan, tetapi diterapkan siswa sehari-hari dan ditularkan kepada teman serta keluarga. ***








