[BANTENESIA.NET], Lebak – Upaya mendorong kemandirian ekonomi desa terus digencarkan melalui penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satunya dilakukan oleh Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang yang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan manajemen risiko dan pengembangan kapasitas pengelola BUMDes di Desa Cikamunding, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (9–10 April 2026), dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Jepri Winaldo, S.M., M.M., bersama tim dosen manajemen UNPAM Serang. Pelatihan ini diikuti oleh para pengelola BUMDes Desa Cikamunding yang antusias meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha desa secara profesional.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Cikamunding, Yayan Hendayan, ST, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola potensi desa. Selanjutnya, tim PKM memberikan materi terkait manajemen risiko serta strategi pengembangan usaha BUMDes.

Kegiatan ini diketuai oleh Jepri Winaldo, S.M., M.M., dengan anggota dosen Pebriansyah, S.E., M.M., serta Rekan Dosen Manajemen Unpam Serang.
Tidak hanya penyampaian teori, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik dan simulasi pengelolaan BUMDes, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang mendorong partisipasi aktif peserta. Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat, foto bersama, serta doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kemampuan manajerial pengelola BUMDes, khususnya dalam perencanaan bisnis dan pengelolaan risiko usaha. Kondisi tersebut kerap menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha desa secara optimal.
Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan pengelola dalam mengidentifikasi, menganalisis, hingga menyusun strategi mitigasi risiko. Selain itu, pelatihan juga memperkuat aspek tata kelola organisasi dan perencanaan usaha berbasis data.
Hasilnya, para peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola BUMDes. Mereka kini dinilai lebih mampu mengambil keputusan secara rasional, menyusun strategi usaha, serta mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi.
Ketua Tim PKM, Jepri Winaldo, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan ekonomi desa. “Dengan manajemen yang lebih baik dan berbasis risiko, BUMDes diharapkan menjadi lebih stabil, inovatif, dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil menciptakan perubahan positif dalam tata kelola BUMDes Desa Cikamunding. Dengan adanya peta risiko usaha yang lebih jelas dan kemampuan perencanaan yang meningkat, BUMDes diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. ***







