Oleh Kelompok:
Ayu Trisna Rahmadhani,
St Euis Sarah,
Novia Khayatun Nisa,
Krisna Prayoga,
Iqbal Zulfiana
[BANTENESIA.NET] – Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan, mulai dari penggunaan dompet digital (E-Wallet) hingga berbelanja melalui Platform daring. Namun, di balik kemudahan tersebut, generasi muda perlu memiliki pemahaman keuangan yang baik agar tidak terjebak dalam perilaku konsumtif akibat tren media sosial, promosi, dan diskon.
Hal inilah yang mendasari pentingnya peningkatan literasi keuangan digital bagi siswa-siswi SMAN 8 Pandeglang. Melalui edukasi keuangan, para siswa diharapkan mampu membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak, memahami prioritas kebutuhan, serta mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab sejak dini.
Ketua pengabdi, Ayu Trisna Rahmadhani, menyampaikan bahwa literasi keuangan digital merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan kemampuan mengendalikan pengeluaran agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh tren atau Fear of Missing Out (FOMO), yakni perasaan takut tertinggal dari tren atau pengalaman yang sedang populer.
“Saya berpendapat bahwa siswa perlu memahami bagaimana cara mengelola keuangan sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh tren dan promosi (FOMO) di media sosial. Kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan sikap bijak dalam mengeluarkan uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri untuk menabung dan tidak bertindak secara konsumtif,” ungkap Ayu Trisna Rahmadhani.

Ia berharap edukasi literasi keuangan digital dapat membantu siswa membangun kebiasaan finansial yang sehat, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dosen pembimbing, Aura Nabilat En Najla, S.E., M.E., turut menekankan pentingnya kegiatan edukasi tersebut dalam memberikan arahan akademis mengenai pengelolaan keuangan digital.
Beliau menyampaikan bahwa pemahaman mengenai literasi keuangan diharapkan dapat membantu siswa mengambil keputusan finansial secara lebih bijak sekaligus mengurangi kecenderungan perilaku konsumtif.
Dalam penerapannya, literasi keuangan digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi. Lebih dari itu, siswa perlu memahami cara menyusun anggaran, mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mempertimbangkan manfaat suatu barang sebelum memutuskan untuk membelinya.
Kebiasaan menabung dan menghindari pembelian impulsif juga menjadi bagian penting dalam membangun pengelolaan keuangan yang sehat. Dengan demikian, siswa dapat memanfaatkan layanan dompet digital dan platform belanja daring sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren atau tergiur potongan harga.
Selain pengelolaan keuangan, aspek keamanan transaksi digital juga perlu mendapat perhatian. Siswa diharapkan memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, melindungi informasi akun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital.
Keberhasilan membangun kebiasaan finansial yang sehat tentunya membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk sekolah dan keluarga. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kebiasaan mengatur pengeluaran, menabung, dan berbelanja sesuai kebutuhan dapat diterapkan secara konsisten.
Peningkatan literasi keuangan digital di SMAN 8 Pandeglang diharapkan menjadi langkah positif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara cerdas.
Dengan pemahaman keuangan sejak dini, para siswa diharapkan dapat menghadapi perkembangan ekonomi digital dengan lebih percaya diri, terhindar dari perilaku konsumtif, serta tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial. ***








