[BANTENESIA.NET], SERANG – Perkembangan teknologi keuangan digital membawa kemudahan sekaligus tantangan bagi generasi muda. Menyikapi hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Kota Serang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi literasi keuangan digital dan penggunaan E-Wallet, Kamis, (8/10/2026) di SMA Negeri 1 Lebak Wangi, Kabupaten Serang.
Mengusung tema “Sosialisasi Literasi Keuangan Digital dan Penggunaan E-Wallet Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Siswa SMA Negeri 1 Lebak Wangi”, kegiatan tersebut diikuti secara interaktif oleh 50 siswa perwakilan bersama jajaran guru pendamping.
Kegiatan ini menjadi bagian dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Para siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai transaksi digital, tetapi juga dibekali kemampuan mengelola uang saku secara rasional, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Pesatnya perkembangan teknologi finansial telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi. Kehadiran berbagai layanan dompet digital seperti DANA, GoPay, OVO, dan ShopeePay membuat pembayaran menjadi semakin mudah dan praktis.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan, terutama bagi kalangan pelajar. Transaksi tanpa uang fisik dapat membuat seseorang merasa lebih ringan ketika mengeluarkan uang. Fenomena tersebut dikenal antara lain sebagai Cashless Effect, yang dapat mendorong seseorang melakukan pembelian secara impulsif apabila tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai.
Karena itu, para siswa diajak memahami pentingnya mengendalikan pengeluaran dan membedakan secara tegas antara Needs (kebutuhan) dan Wants (keinginan).
Pembekalan sejak bangku sekolah dinilai penting agar siswa mampu mengelola uang saku secara lebih bertanggung jawab serta tidak mudah terbawa berbagai promo dan kemudahan transaksi digital.
Kegiatan PKM berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi penganggaran keuangan atau Budgeting Challenge, hingga sesi tanya jawab.
Di bawah bimbingan Dosen Ketua Pembimbing PKM UNPAM Kampus Serang, Riski Wisnu Prakoso, S.M., M.M., tim dosen dan mahasiswa merancang kegiatan agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pengelolaan keuangan pribadi.
Para siswa diajak menyusun skala prioritas pengeluaran harian dan mingguan, menentukan alokasi uang untuk kebutuhan sekolah, serta membiasakan diri menyisihkan sebagian uang untuk tabungan.

Materi juga mencakup cara memanfaatkan fitur pada aplikasi E-Wallet untuk membantu mengontrol transaksi dan memantau arus pengeluaran.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan empat aspek penting literasi keuangan digital, yakni pengetahuan mengenai produk finansial, keterampilan melakukan transaksi digital, kesadaran terhadap risiko keamanan siber, serta pembentukan sikap keuangan yang bijak.
Selain pengelolaan uang, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian. Para siswa diingatkan untuk tidak membagikan kode OTP dan PIN, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber seperti phishing dan penipuan transaksi digital.
Dengan pemahaman tersebut, E-Wallet diharapkan dapat digunakan sebagai sarana transaksi sekaligus membantu siswa mencatat dan mengendalikan arus keuangan pribadi.
Antusiasme 50 peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif berdiskusi mengenai cara menyusun anggaran harian, mengalokasikan uang saku untuk kebutuhan sekolah dan tabungan, hingga memanfaatkan fitur pembatasan transaksi pada aplikasi E-Wallet.
Diskusi semakin menarik ketika peserta membahas bagaimana menghadapi godaan promo dan diskon yang banyak ditawarkan melalui media sosial maupun Platform digital.
Para siswa juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai cara membangun kebiasaan menabung secara konsisten serta mengendalikan keinginan berbelanja yang tidak menjadi kebutuhan utama.

Dosen Ketua Pembimbing PKM UNPAM Kampus Serang, Riski Wisnu Prakoso, S.M., M.M., menegaskan pentingnya memberikan edukasi keuangan digital kepada generasi muda sejak dini.
“Literasi keuangan digital dan penggunaan E-Wallet secara bijak terhadap pengelolaan keuangan pribadi siswa perlu ditanamkan sejak dini. Tujuannya bukan hanya agar siswa mahir bertransaksi digital, tetapi agar mereka mampu mengontrol pengeluaran, mengikis perilaku konsumtif impulsif, dan membangun pola pikir pengelolaan kas yang sehat serta mandiri,” ujar Riski.
Sementara itu, Dosen Narasumber kegiatan, Nafiisah Adhanurrizqi, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pemahaman mengenai manajemen finansial menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar di tengah perkembangan ekonomi digital.
“Pemahaman mengenai keuangan digital memberikan fondasi bagi siswa agar mampu memanfaatkan E-Wallet sebagai alat bantu pencatatan dan pemantauan arus kas yang efisien, bukan justru menjadi pemicu pemborosan yang merugikan masa depan mereka,” ungkap Nafiisah.

Kepala SMA Negeri 1 Lebak Wangi, Sri Hariyanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kontribusi UNPAM Kampus Serang dalam memberikan edukasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan sosialisasi PKM dari Universitas Pamulang Kampus Serang ini. Pembekalan literasi keuangan digital dan penggunaan E-Wallet sehat ini memberikan bekal kecakapan hidup (Life Skills) yang sangat nyata dan bermanfaat bagi 50 siswa kami dalam mengelola keuangan pribadi mereka secara lebih bijak,” tutur Sri Hariyanti.
Kegiatan PKM tersebut tidak hanya berorientasi pada pemahaman transaksi digital, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan Self-Regulation, berpikir kritis, dan resiliensi finansial di kalangan pelajar.
Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih rasional, menghindari perilaku konsumtif berlebihan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber dan berbagai risiko transaksi digital.

Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi lingkungan ekonomi yang semakin terdigitalisasi.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan modul panduan literasi keuangan digital kepada para peserta. Para siswa juga didorong untuk menerapkan kebiasaan mencatat pengeluaran dan menyisihkan sebagian uang untuk tabungan secara konsisten.
UNPAM Kampus Serang menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan program pendampingan dan kemitraan edukatif bersama sekolah-sekolah di wilayah Banten.
Melalui kegiatan pengabdian tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya hadir sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang cerdas mengelola keuangan, bijak menggunakan teknologi digital, mandiri, dan memiliki karakter finansial yang kuat. ***








