Oleh: Alfatha Abda,
Mukhorimatul Fitriah,
Reyhan Anwar,
Revina Saskia Aulia, dan
Alif Nuranda
[BANTENESIA.NET], SERANG – Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Kota Serang terus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa UNPAM Kampus Serang menggelar edukasi manajemen pemasaran bagi siswa SMAN 1 Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Kamis (8/10/2026).
Mengusung tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Muda melalui Edukasi Manajemen Pemasaran bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi”, kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa dengan pendampingan jajaran guru sekolah. Program tersebut bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dasar pemasaran sekaligus menumbuhkan pola pikir kreatif, inovatif, mandiri, dan berani menangkap peluang usaha sejak dini.
Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki daya saing di era ekonomi digital.
Pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial membuka peluang bagi generasi muda untuk memulai usaha dengan berbagai cara. Namun, keberanian melihat peluang, memahami kebutuhan konsumen, serta menentukan strategi pemasaran masih menjadi tantangan bagi calon wirausahawan pemula.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa memulai usaha tidak selalu harus menunggu modal besar atau setelah menyelesaikan pendidikan. Pengetahuan, kreativitas, kemampuan membaca kebutuhan pasar, serta keberanian mencoba dapat menjadi langkah awal untuk membangun bisnis.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan konsep dasar pemasaran, perilaku konsumen, segmentasi pasar, penetapan harga jual, pembentukan identitas merek atau Branding, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Para siswa juga diperkenalkan pada konsep pemasaran yang berorientasi pada kebutuhan konsumen. Dengan demikian, mereka tidak hanya berpikir tentang produk yang ingin dijual, tetapi juga memahami kebutuhan masyarakat dan solusi yang dapat ditawarkan melalui produk tersebut.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi pemasaran, dan sesi tanya jawab. Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung konsep kewirausahaan melalui perancangan ide bisnis sederhana.
Dalam sesi kelompok, para siswa diminta mengembangkan gagasan produk makanan dan minuman kreatif yang memanfaatkan potensi lokal di lingkungan sekitar.
Mereka berdiskusi untuk menentukan nama merek, mengenali target konsumen, menyusun strategi pemasaran, hingga merancang promosi visual yang menarik untuk dipublikasikan melalui media sosial.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah siswa mengajukan pertanyaan mengenai cara mengatasi rasa takut gagal, membangun kepercayaan calon konsumen, serta menentukan langkah awal ketika ingin memulai usaha.
Melalui praktik tersebut, siswa diharapkan memperoleh gambaran nyata tentang proses membangun bisnis, mulai dari menemukan ide, memahami pasar, hingga memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Dosen Ketua Pembimbing PKM UNPAM Kampus Serang, Riski Wisnu Prakoso, S.M., M.M., menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan penting diperkenalkan sejak bangku sekolah menengah untuk membentuk karakter generasi muda yang kreatif dan mandiri.
“Kewirausahaan perlu diperkenalkan kepada siswa sejak dini, bukan semata-mata agar mereka segera memiliki usaha, tetapi untuk membangun pola pikir kreatif, inovatif, mandiri, dan mampu melihat peluang di tengah tantangan,” ujar Riski Wisnu Prakoso.
Menurutnya, pengenalan kewirausahaan sejak dini dapat membantu siswa mengembangkan keberanian dalam mencoba hal baru, mengasah kemampuan memecahkan masalah, serta melihat peluang yang ada di lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, dosen narasumber kegiatan, Nafiisah Adhanurrizqi, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa manajemen pemasaran menjadi salah satu aspek penting dalam membangun dan menjaga keberlanjutan usaha.
“Pemahaman mengenai pemasaran memberikan bekal bagi siswa untuk tidak hanya pandai membuat produk, tetapi juga mampu mengomunikasikan nilai tambah produk tersebut secara efektif sehingga dapat diterima dengan baik oleh calon konsumen,” ungkap Nafiisah Adhanurrizqi.
Ia menekankan bahwa produk yang baik perlu didukung kemampuan mengenali konsumen, membangun identitas merek, menentukan strategi promosi, dan menyampaikan keunggulan produk secara tepat.
Kegiatan edukasi kewirausahaan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SMAN 1 Lebak Wangi, Sri Hariyanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kontribusi dosen dan mahasiswa UNPAM Kampus Serang dalam memberikan wawasan praktis kepada para siswa.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan PKM dari Universitas Pamulang Kampus Serang ini. Edukasi manajemen pemasaran ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat dan bernilai praktis bagi 50 siswa kami, sehingga mereka mendapatkan gambaran nyata mengenai dunia kewirausahaan serta termotivasi untuk terus mengasah kreativitasnya,” tutur Sri Hariyanti.
Apresiasi tersebut menjadi bagian dari dukungan sekolah terhadap kegiatan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dan tantangan di kehidupan nyata.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri, mengenali peluang usaha, serta meningkatkan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan.
Edukasi kewirausahaan melalui PKM ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan pemasaran, tetapi juga pada pengembangan keterampilan penting yang dibutuhkan generasi muda, seperti berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, berinovasi, dan membangun kepercayaan diri.
Dengan mengenal dunia usaha sejak dini, siswa diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas dalam merencanakan masa depan. Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja (Job Seeker), tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi pencipta lapangan kerja (Job Creator).
Kemampuan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengenalkan produk, menjangkau konsumen, serta mengembangkan ide bisnis sesuai perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pamulang Kampus Serang berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh siswa SMAN 1 Lebak Wangi dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan minat berwirausaha.
Program edukasi yang memadukan teori dan praktik tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat mendorong siswa untuk terus mengeksplorasi ide, berani mencoba, serta mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha yang bernilai.
Ke depan, UNPAM Kampus Serang berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk memperkuat program pengabdian kepada masyarakat dan kemitraan dengan sekolah-sekolah di wilayah Banten.
Melalui sinergi dunia pendidikan, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta siap mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang kerja di masa depan. ***








