Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], Tangerang Selatan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat sinergi untuk mendorong percepatan realisasi investasi dan meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Investor Networking Meeting/Afternoon Tea dalam rangkaian Banten Investment Forum (BIF) 2026, yang menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah, investor, korporasi, lembaga keuangan, pengelola kawasan industri, dan mitra usaha.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Karya Kreatif Banten (KKB) x BIF 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di Tangerang Selatan ini mengusung tema “Mengoptimalkan Potensi Penyangga Megapolitan melalui Investasi Berkualitas dan Penguatan Ekosistem UMKM untuk Mendorong Daya Saing Banten”.

Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan didorong untuk memperluas jejaring bisnis, mendalami kesiapan proyek investasi, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan fasilitasi guna mempercepat realisasi investasi di Provinsi Banten.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan bahwa investasi memiliki peran penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Pada 2025, realisasi investasi di Provinsi Banten mencapai Rp130,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 214.216 orang. Sementara itu, pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp66,3 triliun atau 46,63 persen dari target tahunan. Capaian tersebut menempatkan Banten pada peringkat kelima nasional dalam realisasi investasi.

Selain mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi juga menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. Hal ini tercermin dari kontribusi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten yang mencapai 30,97 persen pada 2025.

Baca Juga :  Kota Serang Siap Jadi Sentra Pertanian Bawang: Pemkot Siapkan 10 Hektar Lahan, Panen 120 Ton Ditargetkan

“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen memberikan kemudahan dan kepastian berusaha melalui percepatan layanan perizinan yang transparan dan terintegrasi, penyelesaian berbagai hambatan investasi, serta penciptaan iklim usaha yang aman dan kondusif,” demikian arah kebijakan yang ditegaskan Gubernur Banten.

Sebagai langkah konkret untuk memperkuat iklim investasi, Pemerintah Provinsi Banten bersama Bank Indonesia dan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten menandatangani Komitmen Bersama Mengatasi Debottlenecking Investasi.

Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut rangkaian Road to Banten Investment Forum 2026, dengan fokus pada percepatan penyelesaian berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan proyek investasi, terutama terkait lahan, tata ruang, dan perizinan.

Melalui kolaborasi tersebut, penyelesaian hambatan investasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi sehingga proyek dapat direalisasikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.

Andra Soni juga mendorong Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten untuk mengorkestrasi kegiatan investasi dengan dukungan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, perizinan yang telah diterbitkan dapat ditindaklanjuti menjadi investasi riil yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Banten dan Bank Indonesia Provinsi Banten atas penyelenggaraan Banten Investment Forum 2026.

Ia berharap forum investasi tersebut dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dan mendorong investasi menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  IOH Merayakan HARPELNAS: Ketulusan Tanpa Akhir

Ossy juga menyoroti progres kolaborasi antara Kementerian ATR/BPN dan Bank Indonesia Provinsi Banten, termasuk upaya penyelarasan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP). Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi penerimaan fiskal daerah.

Menurutnya, posisi strategis Banten sebagai wilayah penyangga kawasan megapolitan menjadikan kepastian pertanahan dan tata ruang sebagai faktor penting dalam menarik minat investor.

Karena itu, Kementerian ATR/BPN berkomitmen mendukung terciptanya kepastian pertanahan dan tata ruang bagi pelaku usaha. Kepastian tersebut diharapkan dapat memperlancar pelaksanaan investasi, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Banten Investment Forum 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring usaha sekaligus membuka peluang investasi baru di Provinsi Banten.

Bank Indonesia, kata dia, akan terus berperan aktif dalam memfasilitasi sinergi antarpemangku kepentingan serta mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif bagi investor.

Penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan mitra strategis diharapkan dapat membantu mempercepat tindak lanjut penjajakan investasi hingga tahap realisasi.

Dengan semakin kuatnya investasi yang masuk dan terealisasi, aktivitas ekonomi daerah diharapkan meningkat, kapasitas produksi berkembang, dan pertumbuhan ekonomi Banten menjadi semakin kuat serta berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Banten turut menyampaikan apresiasi kepada perwakilan negara sahabat, termasuk Malaysia dan Singapura, Kementerian ATR/BPN, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia Provinsi Banten, DPMPTSP, OJK, asosiasi, serta para pelaku usaha yang berkontribusi dalam pengembangan investasi daerah.

Baca Juga :  Tokopedia Garage Jadi Andalan Perkembangan Aksesoris Otomotif

Apresiasi juga diberikan kepada para penerima Banten Investment Excellence Award 2026, khususnya perusahaan penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi di Banten.

Selain mempertemukan investor dengan mitra potensial, Investor Networking Meeting/Afternoon Tea juga diperkuat melalui agenda Business One-On-One Meeting. Pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi investor untuk menjajaki kemitraan secara langsung, mendalami kesiapan proyek, serta mengidentifikasi kebutuhan fasilitasi investasi.

Forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal dalam rantai pasok industri.

Penguatan kapasitas UMKM, perluasan akses pasar, dan dukungan pembiayaan menjadi aspek penting agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan ekosistem usaha yang semakin terintegrasi, UMKM lokal diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang bersama pertumbuhan industri di Banten.

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh mitra terkait akan terus mendorong tindak lanjut penjajakan investasi, memperkuat koordinasi, serta mempercepat penyelesaian hambatan proyek.

Melalui Banten Investment Forum 2026, keberhasilan promosi investasi diharapkan tidak hanya diukur dari terbentuknya jejaring bisnis dan kesepakatan kerja sama, tetapi juga dari realisasi investasi yang konkret, bertambahnya lapangan kerja, meningkatnya keterlibatan UMKM lokal, serta semakin kuatnya daya saing perekonomian Provinsi Banten. (*/Cipz)

Berita Terkait

KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi
Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern
Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan
Realisasi Investasi Banten Capai Rp66,3 Triliun, BI Fokus Beri Manfaat ke Ekonomi Lokal
QRISAMLING Jadi Langkah Baru Digitalisasi, BI Banten dan Bapenda Dorong Kepatuhan Pajak
FEKDI x IFSE 2026: Banten Raih Prestasi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah
BI Banten Perkuat Strategi Tekan Inflasi, Dorong Pertanian Modern dan Jaga Stabilitas Harga Pangan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KKB x BIF 2026 Soroti Potensi Kopi Robusta Banten dan Tren Bisnis Kedai Kopi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Dari Etalase Lokal ke Rak Nasional, UMKM Banten Siap Tembus Pasar Ritel Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Bank Indonesia dan Pemprov Banten Perkuat UMKM dan Percepatan Investasi Lewat KKB x BIF 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:07 WIB

OJK Luncurkan Roadmap Perbankan Indonesia 2026–2030, Fokus Perkuat Digitalisasi, Intermediasi, dan Keuangan Berkelanjutan

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB