Fondasi Karakter dan Kesadaran Sosial Mahasiswa di Era Global

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Viona Surya Oktafia, Mahasiswi UNPAM Serang. (Foto: Isitmewa)

Viona Surya Oktafia, Mahasiswi UNPAM Serang. (Foto: Isitmewa)

Nama: Viona Surya Oktafia

Nim :2510090200001

Kampus : Universitas Pamulang (UNPAM)

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Dalam dunia yang semakin terbuka oleh arus globalisasi, mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kesadaran moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi.

Di sinilah peran penting Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi sangat relevan.

Bagi sebagian mahasiswa, PKn mungkin dianggap sebagai mata kuliah hafalan tentang Pancasila atau konstitusi.

Baca Juga :  Relokasi Pasar Lama ke Pasar Kepandean: Antara Penataan Kota dan Nasib Pedagang Kecil

Namun sesungguhnya, PKn jauh lebih dari sekadar teori ia merupakan sarana pembentukan karakter dan identitas
kebangsaan.

Melalui PKn, mahasiswa diajak untuk memahami nilai-nilai dasar bangsa seperti
toleransi, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai ini penting agar mahasiswa
tidak hanya menjadi “cerdas akademik”, tetapi juga “cerdas etik”.

Dalam konteks kampus, penerapan semangat kewarganegaraan bisa diwujudkan melalui sikap demokratis dalam organisasi, kepedulian terhadap lingkungan, hingga partisipasi aktif
dalam kegiatan sosial.

Baca Juga :  Rugikan Perusahaan, Mantan Pegawai Summit Oto Finance Dijatuhi Vonis 2 Tahun Penjara

Selain itu, PKn berperan penting dalam memperkuat rasa cinta tanah air tanpa
menutup diri dari dunia luar.

Di tengah derasnya pengaruh budaya asing dan
disinformasi digital, mahasiswa perlu memiliki filter nilai yang kuat agar tidak kehilangan jati diri sebagai warga negara Indonesia.

Baca Juga :  Di Balik Teror Pocong: Pentingnya Kewaspadaan terhadap Modus Kejahatan Baru

Dengan memahami hak dan kritis,
berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan bukanlah sekadar formalitas
akademik, melainkan investasi moral bagi masa depan.

Di tangan mahasiswa yang sadar akan nilai-nilai kewarganegaraan, cita-cita bangsa untuk menjadi masyarakat yang beradab, adil, dan demokratis bukanlah hal yang mustahil. ***

Berita Terkait

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?
Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas
Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat
Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia
Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?
Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?

Berita Terbaru