[BANTENESIA.NET] – Ekonomi Provinsi Banten mencatat pertumbuhan sebesar 5,02% secara tahunan (YoY) pada tahun 2024. Meski menunjukkan pertumbuhan positif, angka tersebut mengindikasikan perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan tren melambatnya ekonomi nasional.
Hal ini diungkapkan dalam Taklimat Media bertajuk ‘Perkembangan Ekonomi Terkini, Prospek, & Isu Strategis’ yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Banten, Jum’at (7/2/2025) di salah satu Cafe di Kota Serang.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur sekaligus Kepala KPw BI Banten, Ameriza M. Moesa, bersama jajaran pejabat lainnya, seperti Deputi Direktur Hario K. Pamungkas, Rawindra Ardiansah, Juhari, dan Hendro Binsar Sirait.
Dalam paparannya, Ameriza M. Moesa menyebutkan bahwa perlambatan ekonomi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal dan domestik. Meski demikian, BI Banten tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ke depan, dengan berbagai langkah strategis yang telah dan akan dilakukan.

“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini. Inovasi serta penguatan infrastruktur menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global dan nasional,” ujar Ameriza.
Selain itu, BI Banten juga menyoroti isu strategis seperti pengendalian inflasi, implementasi sistem pembayaran digital, serta upaya memperkuat sektor-sektor unggulan daerah. Ameriza menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memastikan stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing wilayah.
Acara ini menjadi forum penting bagi BI Banten untuk menyampaikan perkembangan ekonomi terkini serta prospek ke depan, di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. (Pou)







