[BANTENESIA.NET], Jakarta – Semangat perayaan bulan kemerdekaan tahun ini terasa berbeda dengan digelarnya Pesta Rakyat perdana yang dipusatkan di Monumen Nasional. Acara yang diinisiasi pemerintah melalui Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet ini tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekonomi lokal melalui sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf).

Pesta Rakyat tersebut menjadi panggung utama bagi pelaku ekraf dari berbagai daerah, termasuk delegasi unggulan dari Provinsi Banten. Dalam momentum ini, Banten Creative Festival (BCF) tampil membawa misi besar dengan melibatkan 15 brand lokal pilihan yang mewakili beragam subsektor industri kreatif.
Sebanyak 42.000 produk ekraf yang dikemas dalam 14.000 paket khusus dihadirkan untuk para pengunjung. Produk-produk tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari apparel, active wear, hingga modest fashion. Kehadiran brand asal Banten ini menjadi bukti nyata bahwa produk daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
Adapun brand yang turut berpartisipasi antara lain Beger Brand, Flame Active, RZQ Active, V3 Hijab, Resnlight, Brigata, Womenwear, ZEGO, Despelwijk, RKLB, Impact Wearhouse, Astronkido, Thirty Three Supply, Vika, dan Ifa Sport.

Ketua Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten sekaligus Founder BCF, M. Irfan yang akrab disapa Koyong, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemerintah pusat, khususnya Prabowo Subianto, yang telah memberikan ruang luas bagi UMKM daerah untuk tampil di ajang berskala nasional.
“Terima kasih banyak Bapak Presiden Prabowo atas acara Pesta Rakyat di Monas 28 Maret 2026. Ini benar-benar menjadi mood booster sekaligus peluang emas bagi kami para pelaku UMKM lokal untuk unjuk gigi dan naik kelas,” ujar Koyong dalam keterangannya di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ia juga mengapresiasi peran Sekretariat Kabinet, Kementerian Sekretariat Negara, serta Kementerian UMKM yang telah memfasilitasi keterlibatan para pengusaha muda dalam kegiatan tersebut.

Keberhasilan penyelenggaraan Pesta Rakyat ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia. Upaya ini dinilai penting untuk mendorong pemerataan ekonomi serta meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal.
“Semoga acara ini bisa terus digelar setiap tahun dan diperluas ke daerah-daerah lain, sehingga membuka lebih banyak peluang dan tentu saja mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha,” tutup Koyong optimistis.
Pesta Rakyat di Monas pun menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan sektor kreatif dalam merayakan kemerdekaan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Maju. (*/Cipz)








