Gaspol 2026! Menuju Bank Daerah Modern, Bank Banten Genjot RKUD, KPR, dan Digitalisasi

Senin, 30 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perkuat Sinergi RKUD, Bank Banten Siapkan ‘Loan Commercial Center’ dan Ekspansi Kredit di 2026. (Foto: Siska/Bisnis Banten)

Perkuat Sinergi RKUD, Bank Banten Siapkan ‘Loan Commercial Center’ dan Ekspansi Kredit di 2026. (Foto: Siska/Bisnis Banten)

[BANTENESIA.NET] – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) tbk, atau biasa di sebut Bank Banten terus memacu akselerasi bisnis dan pelayanan di tahun 2026. Fokus utama bank pembangunan daerah ini adalah memperluas pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten serta memperkuat fasilitas pembiayaan yang aman dan strategis.

Salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan layanan di Kota Serang, yang telah mempercayakan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kepada Bank Banten.

Pengelolaan ini mencakup seluruh organisasi perangkat daerah hingga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk RSUD Kota Serang dan sektor pendidikan.

Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyatakan bahwa pihaknya tengah gencar melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan berbagai kepala daerah serta pemangku kepentingan untuk melaporkan perkembangan kinerja sekaligus memohon dukungan sinergi ke depan.

Baca Juga :  Rapat OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Tetap Kuat Meski Tantangan Global

Untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, Bank Banten berencana mendirikan Loan Commercial Center. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mengakomodasi dan mempercepat pemberian kredit modal kerja (KMK) bagi para kontraktor yang mengerjakan proyek berbasis APBD.

“Kami berencana mendirikan Loan Commercial Center untuk mengakomodasi dan memberikan percepatan pelayanan fasilitas kredit KMK kontraktor. Targetnya tidak hanya di Kota Serang, tapi seluruh kabupaten, kota, dan provinsi di Banten,” ujar Busthami, dikutip, Senin (30/3/26).

Terkait besaran pinjaman, Busthami menjelaskan bahwa nilai plafon akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan hasil koordinasi dengan dinas terkait seperti PUPR dan Perkim.

Hingga saat ini, Bank Banten telah mengelola RKUD untuk Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang. Busthami berharap kabupaten/kota lain segera menyusul dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Sarapan Sat-Set! Menu Ricebowl Nahdi Cuma Rp12.000

“Pengelolaan RKUD bukan sekadar tata kelola keuangan, tapi bukti keikutsertaan Bank Banten dalam pembangunan daerah. Hasil akhir tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan bisnis yang signifikan berkat kepercayaan pengelolaan RKUD dan pembiayaan ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Direktur Bisnis Bank Banten, Slamet Riyadi, mengungkapkan bahwa bank sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke segmen Kredit Pemilikan Perumahan (KPR). Saat ini, proses perizinan tengah ditempuh agar layanan tersebut bisa segera dinikmati masyarakat umum.

Meskipun saat ini fokus utama masih pada ASN dan kredit berbasis APBD yang dinilai lebih aman (secure), Bank Banten mulai merambah sektor UMKM.

Baca Juga :  Bank Banten: Optimisme dan Kebangkitan Saham BEKS di Bursa, Respons Positif Terhadap Rebound

“Untuk masyarakat luas, UMKM sudah mulai kita masuki dengan berbagai metode, salah satunya melalui channeling. Prinsipnya, kami ingin menyalurkan kredit dengan aman agar bank bisa bertumbuh lebih kuat,” kata Slamet.

Menjawab tantangan zaman, Bank Banten sedang membangun pondasi digitalisasi yang kokoh. Produk-produk digital seperti kartu kredit digital dan layanan e-commerce sedang dalam tahap persiapan.

Dalam hal digitalisasi UMKM, Bank Banten mencatatkan progres positif. Dari sekitar 7.000 UMKM di Banten, saat ini sudah ada sekitar 2.000 QRIS Bank Banten yang beredar dan digunakan oleh para pelaku usaha.

Dengan berbagai inovasi ini, Bank Banten optimis dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang handal bagi seluruh masyarakat di Tanah Jawara. (*/Cipz)

Berita Terkait

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran
OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah
OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten
The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern
BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global
Bank Indonesia Banten Perkuat Literasi Keuangan, Ratusan Mahasiswa Terima Beasiswa 2026
SHAFARA BI 2026 Kembali Hadir, Ajak Generasi Muda Tunjukkan Bakat Terbaik
Pesta Rakyat 2026 di Monas Jadi Ajang Emas Brand Lokal Banten Tembus Pasar Nasional

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:14

FERBA dan QJI 2026, Bank Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Rupiah dan Digitalisasi Pembayaran

Senin, 6 Juli 2026 - 21:49

OJK Luncurkan Optimalisasi SLIK Perkuat Akses Pembiayaan UMKM dan Program 3 Juta Rumah

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:13

OJK Setujui Penggabungan 5 BPR ke BPR Ragasakti, Perkuat Industri Perbankan di Banten

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:01

The Royale Krakatau Hotel Hadirkan Intimate Wedding Showcase 2026, Padukan Tradisi dan Elegansi Modern

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:48

BI Banten Ungkap Kekuatan Ekonomi Daerah dalam Krisis Global

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52