Pantai Anyer Ramai Wisatawan, Dugaan Pungli Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Gita Cahya Mustika. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Gita Cahya Mustika. (Foto: Istimewa)

NAMA : GITA CAHYA MUSTIKA
NIM : 251092100106
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA SEMESTER 3
MATA KULIAH : TEORI SOSIAL INDONESIA
DOSEN PENGAMPU : ANGGA ROSIDIN, S.I.P., M.A.P

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Pantai Anyer merupakan salah satu destinasi wisata di Banten yang ramai di datangi oleh masyarakat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Keindahan pantai membuat daerah ini menjadi wisata pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan bersama teman ataupun keluarga. Ramainya wisatawan merupakan hal yang sangat baik untuk membantu perekonomian masyarakat sekitar wisata Pantai Anyer. Namun, saat ramainya wisatawan, muncul dugaan pungutan liar di wisata Pantai Anyer menimbulkan rasa khawatir bagi wisatawan.

Dalam pemberitaan ANTARA pada 24 Desember 2025, Wakil Menteri Pariwisata menegaskan bahwa kenyamanan wisatawan harus menjadi prioritas utama, serta menyebut isu pungutan liar telah dibahas dalam rapat koordinasi dengan Polri. Pernyataan Wakil Menteri Pariwisata menegaskan bahwa masalah pungutan liar di kawasan wisata Pantai Anyer tidak seharusnya di anggap masalah kecil dan perlu mendapat pengawasan. Dugaan pungutan liar dan harga yang tidak wajar justru mengganggu kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati waktu liburnya dengan suasana yang nyaman dan aman tanpa harus khawatir adanya pungutan liar.

Baca Juga :  Mahasiswa UNPAM Serang Edukasi Warga Unyur Cegah Hoax Melalui Literasi Digital

Wisatawan tentu tidak keberatan membayar tiket masuk, parkir, dan layanan wisata yang ada di Pantai Anyer selama tarifnya jelas dan ada informasi secara transparansi. Pengunjung berhak untuk mengetahui biaya apa saja yang harus mereka keluarkan di wisata Pantai Anyer. Jika transparansi mengenai tarif tidak jelas atau tiba-tiba muncul biaya tambahan tanpa sepengetahuan pengunjung untuk apa digunakan biaya tersebut, pengunjung akan merasa di rugikan. Karena itu, transparansi terkait informasi tarif sangat penting.

Baca Juga :  Wujud Nyata Prinsip Pancasila dan Checks and Balances dalam KUHAP

Pengelola wisata Pantai Anyer sebaiknya memasang informasi terkait harga tiket, parkir dan fasilitas lainnya di tempat yang bisa dilihat oleh semua pengunjung wisata Pantai Anyer. Dengan begitu, pengunjung tidak akan merasa bingung karena sudah mengetahui berapa biaya yang harus mereka keluarkan.

Selain itu, pengawasan dari Wakil Menteri Pariwisata sangat penting karena wisatawan datang untuk menikmati liburan dengan nyaman, bukan merasa terbebani akan adanya pungutan liar.

Pemerintah Daerah Banten dengan Pengelola Wisata harus selalu memastikan bahwa kegiatan di kawasan wisata Pantai Anyer berjalan dengan benar tanpa ada yang dirugikan. Pengawasan juga sebaiknya di lakukan dengan rutin supaya pungutan yang tidak jelas dapat segera di tangani, tanpa harus menunggu saat musim liburan saja atau saat ada pengunjung yang melaporkan masalah pungutan liar.

Baca Juga :  Ketika Nyawa Korban dan Nyawa Begal Sama-Sama Dipertaruhkan, Antara Hukum dan HAM

Jika pemerintah daerah menemukan pungutan liar, pemerintah perlu memberikan tindakan yang tegas. Dengan adanya tindakan yang tegas, pelaku pungutan liar diberikan sanksi. Wisatawan tidak perlu merasa khawatir dengan adanya pungutan liar. Apabila menemukan pungutan yang merasa tidak wajar, pengunjung dapat melaporkannya kepada pengelola.

Masalah pungutan liar ini bukan hanya tentang biaya yang harus dikeluarkan pengunjung wisata. Namun, bagaimana masalah pungutan liar ini membuat pengunjung wisata merasa tidak nyaman dan dirugikan oleh pihak yang terlibat. Dengan begitu, kenyamanan pengunjung perlu dijaga. ***

Berita Terkait

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?
Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat
Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
Perbaikan Jalan Belum Selesai di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa: Pelayanan Publik yang Perlu Mendapat Perhatian
Krisis Empati di Era Digital: Mengapa Masyarakat Semakin Kurang Peduli?
Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 10:54 WIB

Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?

Rabu, 30 September 2026 - 10:51 WIB

Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 10:49 WIB

Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB