Nama: Aliffia Talitha Dizi
NIM: 251092100149
Kelas: 03ADNP003
Mata Kuliah: Teori Sosial Indonesia
Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET] – Menurut saya, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini memang memudahkan masyarakat untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada masalah sosial yang mulai terlihat, yaitu menurunnya rasa empati terhadap orang lain. Sekarang, kita bisa dengan mudah menemukan orang yang saling menghina di kolom komentar, menjadikan kesulitan orang lain sebagai bahan lelucon, bahkan menyebarkan video seseorang yang sedang mengalami musibah tanpa memikirkan perasaannya.
Nah, salah satu penyebabnya adalah karena masyarakat terlalu terbiasa melihat kehidupan orang lain melalui layar. Akibatnya, terkadang kita lupa bahwa orang yang ada di balik unggahan tersebut juga memiliki perasaan. Contohnya, ketika ada video seseorang yang melakukan kesalahan dan menjadi viral, banyak orang langsung memberikan komentar negatif tanpa mengetahui kejadian yang sebenarnya. Padahal, komentar yang dianggap sekadar bercanda bisa saja berdampak besar terhadap kondisi mental orang yang menerimanya.
Selain itu, budaya mengejar perhatian di media sosial juga membuat sebagian orang lebih mementingkan jumlah penonton, likes, dan komentar daripada memikirkan dampak dari konten yang mereka buat. Hal-hal yang seharusnya bersifat pribadi justru dijadikan tontonan demi mendapatkan popularitas.
Menurut saya, kemajuan teknologi seharusnya membuat hubungan antarmanusia menjadi lebih dekat, bukan malah membuat kita kehilangan kepedulian. Empati perlu dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga ucapan, tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan tidak langsung menghakimi orang lain.
Pada akhirnya, menjadi masyarakat yang modern bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita tetap menghargai dan memahami perasaan orang lain. Jangan sampai kita begitu cepat memberikan komentar di media sosial, tetapi justru lupa untuk peduli terhadap orang-orang di sekitar kita. ***








