Respons Masyarakat terhadap Risiko Radioaktif di Serang, Banten

- Redaktur

Minggu, 4 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iim Irmawati, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Iim Irmawati, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Penulis: Iim Irmawati Mahasiswa
Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P
Ketua Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.IP., M.Sos
Bidang Kemahasiswaan: Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Kasus ditemukannya paparan zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di wilayah Serang, Banten telah membentuk opini publik yang kuat di masyarakat. Secara kuantitatif, mayoritas warga menunjukkan tingkat kekhawatiran yang tinggi terhadap dampak kesehatan dan keselamatan lingkungan akibat paparan radioaktif tersebut.

Baca Juga :  Bau Menyengat dari Kawasan Industri Cilegon, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Berdasarkan persepsi masyarakat yang terekam melalui berbagai survei dan pemberitaan, sebagian besar warga mengetahui adanya kasus ini dan menilai bahwa radioaktif merupakan ancaman nyata bagi kehidupan sehari-hari, terutama bagi keluarga yang tinggal di sekitar lokasi

risiko kesehatan menjadi perhatian utama. Secara persentase, lebih dari separuh masyarakat menilai paparan radioaktif berpotensi menimbulkan penyakit serius dalam jangka panjang, seperti gangguan kesehatan kronis dan kanker. Kekhawatiran ini diperkuat oleh minimnya pemahaman masyarakat tentang dampak radiasi serta ketakutan akan pencemaran lingkungan yang sulit dipulihkan. Angka kekhawatiran publik yang tinggi menunjukkan bahwa isu radioaktif tidak dianggap sebagai masalah teknis semata, melainkan sebagai persoalan publik yang menyangkut keselamatan bersama.

Baca Juga :  Mewujudkan SDG’s Melalui Kolaborasi Pemangku Kepentingan untuk Pendidikan Bermutu Menuju Indonesia Emas 2045

Selain itu, terbentuk dari persepsi terhadap respons pemerintah. hampir setengah masyarakat menilai penanganan kasus radioaktif di Serang masih kurang transparan. Banyak warga merasa informasi yang diterima belum sepenuhnya jelas dan mudah dipahami, sehingga menimbulkan ketidakpastian dan kecemasan. Rendahnya tingkat kepercayaan ini tercermin dari besarnya persentase masyarakat yang menginginkan keterbukaan informasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan radiasi.

Baca Juga :  Budaya Viral dan Mentalitas FOMO: Pengaruhnya terhadap Identitas Generasi Muda

Secara keseluruhan, masyarakat Serang terhadap kasus radioaktif cenderung kritis dan waspada. Dominasi angka pada tingkat kekhawatiran, persepsi risiko kesehatan, serta penilaian terhadap keterbukaan pemerintah menunjukkan bahwa masyarakat menempatkan isu radioaktif sebagai masalah serius yang harus segera ditangani. Opini ini mencerminkan tuntutan publik akan perlindungan kesehatan, keamanan lingkungan, dan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan masyarakat secara menyeluruh. ***

Berita Terkait

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?
Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas
Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat
Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia
Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?
Pembangunan Kopdes Merah Putih di Atas Lahan Bekas Masjid: Antara Kepentingan Ekonomi dan Aspirasi Masyarakat
Dari Arus Penyeberangan ke Peta Risiko: Strategi Baru Membendung Narkotika di Koridor Sumatera–Jawa
Studi Implementasi di Sekolah: Meningkatkan Kesadaran Siswa terhadap Pentingnya Kepemimpinan yang Berintegritas bagi GenZ
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Puluhan Remaja Terjaring Razia Kos-Kosan di Kota Serang, Sejauh Mana Peran Pemerintah?

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Lalu Lintas di Jalan Raya Kramatwatu Keselamatan Bukan Sekadar Aturan di Atas Kertas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Bukan Sekadar Dibangun: Fasilitas Publik Juga Harus Dirawat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Ketika Rumah Do’a Dipersoalkan: Ujian Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Kopdes vs UMKM: Kompetisi Semu atau Sinergi Menuju Kemandirian Ekonomi Desa?

Berita Terbaru