Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Yanto Nius Gulo, S.Ak., M.M. (Foto: Istimewa)

Yanto Nius Gulo, S.Ak., M.M. (Foto: Istimewa)

Oleh: Yanto Nous Gulo, S.Ak., M.M.
(Dosen Prodi Manajemen UNPAM Kampus Serang)

[BANTENESIA.NET] – Sebagai dosen yang cukup sering melakukan Live TikTok dengan akun “Dosen tranding✍🏻” untuk berbagi informasi mengenai Universitas Pamulang (UNPAM), saya melihat perubahan yang sangat nyata dalam cara masyarakat mencari informasi pendidikan. Awalnya, kegiatan ini hanya saya lakukan sekadar iseng untuk mengisi waktu luang dan mencoba berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial. Namun, di luar dugaan, respons yang saya terima sangat positif. Banyak calon mahasiswa merasa terbantu karena memperoleh informasi secara langsung tanpa harus datang ke kampus. Dari situlah saya menyadari bahwa Live TikTok ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar membuat konten.

Dahulu, banyak calon mahasiswa rela datang ke kampus hanya untuk menanyakan biaya kuliah, jadwal perkuliahan, pilihan program studi, hingga mekanisme pendaftaran. Kini, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab secara langsung melalui Live TikTok tanpa mengharuskan mereka meninggalkan rumah.

Menurut saya, fenomena ini bukan sekadar mengikuti perkembangan media sosial, tetapi merupakan bentuk efisiensi keuangan yang patut dimanfaatkan. Dalam ilmu manajemen keuangan, setiap keputusan yang mampu mengurangi biaya tanpa mengurangi manfaat merupakan keputusan yang rasional. Live TikTok menghadirkan prinsip tersebut dalam dunia pendidikan.

Saya sering menerima pertanyaan dari calon mahasiswa yang berasal dari luar Kota Serang, bahkan dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak sedikit dari mereka mengaku awalnya berencana datang langsung ke kampus, tetapi setelah mengikuti siaran langsung, hampir seluruh informasi yang mereka butuhkan sudah diperoleh. Mereka dapat mengetahui sistem perkuliahan, biaya pendidikan, proses pendaftaran, hingga suasana akademik hanya melalui telepon genggam.

Baca Juga :  Hilangnya Jiwa Pancasila di Kalangan Pelajar Jadi Sorotan, Pengamatan di Sajira Ungkap Berbagai Fenomena Sosial

Jika dihitung secara sederhana, seseorang yang datang ke kampus dapat mengeluarkan biaya transportasi sekitar Rp30.000 hingga Rp100.000 untuk perjalanan dalam kota, sedangkan calon mahasiswa yang berasal dari luar daerah bisa menghabiskan Rp150.000 hingga lebih dari Rp500.000 untuk transportasi, makan, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, terdapat biaya tidak langsung berupa waktu perjalanan yang dapat mencapai 2–8 jam, bahkan lebih, tergantung jarak tempuh.

Sebaliknya, mengikuti Live TikTok umumnya hanya membutuhkan koneksi internet sekitar 300–700 MB untuk siaran berdurasi satu jam. Dengan tarif internet rata-rata saat ini, biaya yang dikeluarkan berkisar antara Rp3.000 hingga Rp10.000, tergantung paket data yang digunakan. Artinya, dibandingkan kunjungan langsung, calon mahasiswa dapat menghemat sekitar 80% hingga lebih dari 95% biaya pencarian informasi, bahkan mencapai hampir 99% bagi mereka yang berasal dari luar kota. Dana yang berhasil dihemat tersebut dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting, seperti biaya pendaftaran, pembelian buku, perlengkapan kuliah, maupun tabungan pendidikan.

Fenomena ini sebenarnya sejalan dengan transformasi digital yang telah diterapkan di berbagai sektor. Rumah sakit mulai menyediakan konsultasi kesehatan secara daring, perbankan menghadirkan layanan digital tanpa harus datang ke kantor cabang, instansi pemerintah menyelenggarakan pelayanan publik melalui media sosial dan siaran langsung, sementara berbagai perusahaan menggunakan Live TikTok untuk memberikan edukasi produk sekaligus menjawab pertanyaan konsumen secara real time. Di sektor pendidikan, sejumlah perguruan tinggi juga mulai memanfaatkan media sosial, webinar, hingga Live TikTok sebagai sarana penyebaran informasi penerimaan mahasiswa baru. Hal ini menunjukkan bahwa layanan berbasis siaran langsung semakin diterima masyarakat karena memberikan akses informasi yang cepat, mudah, interaktif, dan hemat biaya.

Baca Juga :  Manajemen Keuangan Berbasis Teknologi sebagai Upaya Meningkatkan Efisiensi Administrasi Sekolah

Saya juga melihat bahwa Live TikTok menciptakan komunikasi yang lebih terbuka antara kampus dan masyarakat. Calon mahasiswa dapat bertanya secara langsung tanpa rasa sungkan. Mereka juga dapat mendengar pertanyaan dari penonton lain sehingga informasi yang diperoleh menjadi lebih lengkap. Interaksi seperti ini sulit didapatkan melalui brosur atau unggahan media sosial yang bersifat satu arah.

Dari pengalaman saya melakukan siaran langsung, banyak pertanyaan yang sebenarnya berulang, seperti mengenai biaya kuliah, jadwal perkuliahan, sistem kelas reguler maupun kelas karyawan, hingga mekanisme pendaftaran. Melalui satu sesi Live TikTok, puluhan bahkan ratusan penonton dapat memperoleh jawaban atas pertanyaan yang sama secara bersamaan. Dengan demikian, penyampaian informasi menjadi lebih efisien dibandingkan harus melayani setiap calon mahasiswa secara individual.

Namun, saya berpendapat bahwa penggunaan Live TikTok harus dilakukan secara bertanggung jawab. Informasi yang disampaikan harus berdasarkan data resmi kampus, tidak dilebih-lebihkan, dan tidak menyesatkan. Kredibilitas dosen maupun institusi harus tetap menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat terus terjaga.

Baca Juga :  Menakar Efektivitas Keadilan Restorative Justice

Saya meyakini bahwa media sosial telah menjadi bagian dari transformasi layanan pendidikan. Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya mengandalkan promosi secara konvensional. Kampus perlu hadir di ruang digital, tempat masyarakat kini mencari informasi. Live TikTok menjadi salah satu sarana yang efektif untuk menjembatani kebutuhan tersebut karena bersifat interaktif, cepat, mudah diakses, serta mampu menjangkau masyarakat lintas daerah tanpa batas geografis.

Pada akhirnya, saya tidak mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu datang ke kampus sama sekali. Kunjungan langsung tetap penting, terutama ketika sudah memasuki tahap pendaftaran, verifikasi berkas, atau ingin melihat fasilitas kampus secara langsung. Namun, untuk memperoleh informasi awal, Live TikTok telah menjadi alternatif yang efisien dari sisi waktu maupun biaya.

Bagi saya, memanfaatkan Live TikTok bukan hanya tentang mengikuti tren digital, melainkan bagian dari upaya memberikan pelayanan informasi yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat. Ketika informasi dapat diperoleh secara cepat, transparan, interaktif, dan hemat biaya, maka pendidikan menjadi semakin inklusif dan dapat diakses oleh lebih banyak orang. Pengalaman sederhana yang awalnya hanya dilakukan karena rasa penasaran ternyata berkembang menjadi media edukasi yang mampu membantu banyak calon mahasiswa mengambil keputusan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien. ***

Berita Terkait

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?
Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat
Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang
Perbaikan Jalan Belum Selesai di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa: Pelayanan Publik yang Perlu Mendapat Perhatian
Krisis Empati di Era Digital: Mengapa Masyarakat Semakin Kurang Peduli?
Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 10:54 WIB

Beras Naik Saat Paceklik: Sampai Kapan Masyarakat Harus Terus Beradaptasi?

Rabu, 30 September 2026 - 10:51 WIB

Pencemaran Sungai Cisadane: Ketimpangan Kepentingan antara Industri dan Masyarakat

Rabu, 30 September 2026 - 10:49 WIB

Menanti Solusi Kongret di Tengah Melonjaknya Penumpang KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB