Resmi! UMP Provinsi Banten 2024 Diumumkan

- Redaktur

Jumat, 1 Desember 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Keuangan. (Foto: NET)

Ilustrasi Keuangan. (Foto: NET)

[BANTENESIA.NET] – Pemerintah Provinsi Banten secara resmi menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) untuk tahun 2024 melalui surat keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.293-Huk/2023. Pengumuman ini membawa kabar baik bagi pekerja di wilayah tersebut dengan kenaikan rata-rata sekitar 1 hingga 3 persen.

SK Besaran UMP/ UMK di Provinsi Banten, tertanda tangan PJ Gubernur Banten Al Muktabar. (Foto: Istimewa)

Berdasarkan keputusan tersebut, berikut adalah daftar besaran UMK di beberapa wilayah Banten untuk tahun 2024:

  1. UMK Pandeglang: Naik 1,03 persen menjadi Rp 3.010.929,87 dari Rp 2.980.351,46.
  2. UMK Lebak: Naik 1,16 persen menjadi Rp 2.978.764,69 dari sebelumnya Rp 2.944.665,46.
  3. UMK Kabupaten Serang: Naik 1,51 persen menjadi Rp 4.560.894,85 dari sebelumnya Rp 4.492.961,28.
  4. UMK Kabupaten Tangerang: Naik 1,64 persen menjadi Rp 4.601.988,00 dari Rp 4.527.688,52.
  5. UMK Kota Tangerang: Naik 3,83 persen menjadi Rp 4.760.289,54 dari Rp 4.584.519,08.
  6. UMK Cilegon: Naik 3,39 persen menjadi Rp 4.815.102,80 dari Rp 4.657.222,94.
  7. UMK Tangsel: Naik 2,62 persen menjadi Rp 4.670.791.000 dari Rp 4.551.451,70.
  8. UMK Kota Serang: Naik 1,41 persen menjadi Rp 4.148.602,00 dari Rp 4.090.799,01.
Baca Juga :  Jerman U-17 Menjadi kampiun, Kawinkan 2 Gelar: Juara Eropa dan Juara Dunia

Dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, Kota Cilegon menonjol sebagai yang memiliki kenaikan tertinggi, sementara kabupaten Lebak mengalami kenaikan terendah.

Baca Juga :  Gerakan Earth Hour: Hotel Aston di Banten Menyuarakan Perlindungan Lingkungan Hidup

Sebelumnya, pemerintah provinsi Banten juga telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 2,50%, mencapai Rp 2.727.812 atau naik sebesar Rp 66.532. Kenaikan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kondisi ekonomi dan kesejahteraan para pekerja di Provinsi Banten. (NET)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru