BI Banten dan PLN Indonesia Power Ubah Limbah Uang Rupiah Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten bersama PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Banten 1 Suralaya menghadirkan inovasi dalam pengelolaan limbah uang Rupiah. Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) hasil pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar kini dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses co-firing pembangkit listrik.

Kolaborasi ini menjadi langkah inovatif dalam mengubah limbah hasil pemusnahan uang Rupiah menjadi material yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung agenda ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menjelaskan bahwa LRUK merupakan material yang berasal dari uang Rupiah yang telah dinyatakan tidak layak edar dan kemudian dimusnahkan.

Uang tersebut diracik menjadi partikel-partikel kecil dan bercampur satu sama lain sehingga tidak lagi dapat dikenali berdasarkan nominal, pecahan maupun bentuk aslinya.

Baca Juga :  Jelang Hadapi Pemilu 2024, Kapolda Banten Buka Pelatihan Peningkatan Kemampuan dan Bimbingan Teknis

Dengan proses tersebut, LRUK telah kehilangan seluruh nilai dan fungsinya sebagai alat pembayaran. Namun, kandungan serat dan material di dalamnya masih memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

 

(Foto: Istimewa)

Dalam kerja sama BI Banten dan PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya, LRUK digunakan sebagai campuran biomassa dalam proses co-firing bersama Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang berasal dari hasil pengolahan sampah.

Pemanfaatan LRUK tersebut dinilai strategis mengingat volume limbah yang dihasilkan cukup besar. Dalam satu kali pengiriman, LRUK dapat mencapai sekitar 4 hingga 8 ton, yang berasal dari 100 hingga 200 karung dengan berat sekitar 40 kilogram per karung.

Baca Juga :  OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah Generasi Muda Lewat ISFO 2026

Sofwan Kurnia mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata untuk menghadirkan solusi pengelolaan LRUK yang tidak hanya bertanggung jawab, tetapi juga mampu memberikan manfaat baru bagi lingkungan.

“Apa yang hari ini kita manfaatkan bukan lagi uang, melainkan limbah hasil pemusnahan uang yang telah kehilangan nilai dan fungsinya. Namun, kehilangan nilai sebagai alat pembayaran bukan berarti kehilangan manfaat,” ujar Sofwan.

Menurut Sofwan, melalui sinergi dengan PLN Indonesia Power, LRUK mendapatkan fungsi baru sebagai sumber energi alternatif yang turut mendukung upaya menjaga kelestarian lingkungan.

(Foto: Istimewa)

Pemanfaatan limbah uang Rupiah sebagai bahan bakar alternatif juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengelolaan Rupiah dengan agenda keberlanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekaligus mendukung proses transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga :  Wali Kota Helldy Raih Penghargaan Kementerian Hukum dan HAM RI

BI Provinsi Banten mengapresiasi sinergi bersama PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya dan berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan limbah berbasis nilai tambah.

Ke depan, kolaborasi antarlembaga ini diharapkan semakin berkembang dan mampu memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjalanan Rupiah tidak serta-merta berakhir ketika uang tidak lagi dapat digunakan sebagai alat pembayaran. Setelah melalui proses pemusnahan, limbahnya masih dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, sekaligus memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan mendukung masa depan energi yang lebih berkelanjutan. (*/Cipz)

Berita Terkait

Universitas Pamulang Kampus Serang Perkuat Kapasitas Perangkat Desa melalui Program Pengabdian Masyarakat
UNPAM Perkuat Literasi dan Manajemen Keuangan Desa Bejod, Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
Dosen Unpam Kampus Serang Gelar PKM, Tingkatkan Produktivitas Pengelola BUMDes di Lebak
Universitas Pamulang Gelar PKM di Desa Bejod Lebak, Tingkatkan Kesiapan Kerja Masyarakat
Tingkatkan Literasi Keuangan Digital, Siswa SMAN 8 Pandeglang Diajak Bijak Kelola Uang
Irjen Pol Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Mahasiswa UNPAM Serang Gelar Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa SMAN 1 Lebak Wangi
Membangun Jiwa Entrepreneur Muda Sejak Dini: UNPAM Kampus Serang Gelar Edukasi Manajemen Pemasaran di SMAN 1 Lebak Wangi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Universitas Pamulang Kampus Serang Perkuat Kapasitas Perangkat Desa melalui Program Pengabdian Masyarakat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:17 WIB

UNPAM Perkuat Literasi dan Manajemen Keuangan Desa Bejod, Dorong Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Dosen Unpam Kampus Serang Gelar PKM, Tingkatkan Produktivitas Pengelola BUMDes di Lebak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Universitas Pamulang Gelar PKM di Desa Bejod Lebak, Tingkatkan Kesiapan Kerja Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan Digital, Siswa SMAN 8 Pandeglang Diajak Bijak Kelola Uang

Berita Terbaru

(Foto: Istimewa)

Ekonomi Bisnis

Pemprov Banten dan Bank Indonesia Percepat Investasi melalui BIF 2026

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WIB