[BANTENESIA.NET] – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar Operasi Pasar Murah sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi, terutama dalam hal harga beras. Kerja sama ini dilakukan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Perindustrian (Dinkopukmperindag).
Operasi Pasar Murah ini diungkapkan oleh Pj Walikota Serang Yedi Rahmat, saat acara yang diadakan di Komplek Tembong Indah, Kota Serang. Yedi Rahmat menjelaskan bahwa sebanyak tiga setengah ton beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog, serta minyak goreng, terigu, garam, dan barang lainnya tersedia dalam operasi tersebut.
“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme masyarakat di sini. Semuanya tertib, antri, dan dapat membeli beras dengan maksimal 10 Kg per orang,” kata Yedi Rahmat, Jum’at (23/2).

Rencananya, operasi pasar murah akan berlangsung di tiga kecamatan lainnya pada tanggal 27-29 Februari 2024 mendatang. Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Perdagangan dengan kehadiran penuh dari PemKot Serang.
Yedi Rahmat juga menambahkan bahwa PemKot Serang memiliki stok beras sebanyak 132 ton di Bulog, sementara stok Bulog sendiri mencapai 6.331 ton, cukup untuk tiga bulan ke depan.
“Mengingat situasi yang ada, kami akan memantau dengan cermat. Jika dibutuhkan, stok beras dari Pemerintah Kota akan segera digelontorkan untuk memenuhi kebutuhan,” tambahnya.
Yedi Rahmat secara langsung turut serta dalam membagikan pangan murah kepada masyarakat Kota Serang. “Semoga langkah ini mendapat berkah dari Allah SWT,” ujarnya penuh semangat.

Salah satu warga komplek, Wati, turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas operasi pasar murah yang digelar. “Ini sangat membantu kami. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan,” ungkapnya penuh harap.
Operasi Pasar Murah yang digelar oleh PemKot Serang dan Bulog ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat, menjadi langkah konkrit dalam mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)







