[BANTENESIA.NET] – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) terus memperkuat literasi pasar modal melalui program Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Banten. Kegiatan ini menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan komunitas perempuan sebagai ujung tombak peningkatan literasi keuangan di masyarakat.
Digelar di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Selasa (9/4/2026), acara ini diikuti sekitar 1.000 ASN dari berbagai daerah serta 500 peserta dari Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Banten.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi seputar perencanaan keuangan, kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman online ilegal, hingga pengenalan instrumen pasar modal seperti saham dan reksa dana.
Kepala OJK Provinsi Banten, Adi Dharma, menegaskan bahwa ASN memiliki peran strategis sebagai agen literasi keuangan.

“ASN diharapkan tidak hanya mampu mengambil keputusan investasi yang tepat, tetapi juga menjadi contoh dan menyebarkan pemahaman ke masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, OJK mencanangkan program “1 ASN 1 Rekening Efek” serta mendorong pembentukan Galeri Investasi di lingkungan pemerintah daerah. Program ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal sekaligus menumbuhkan budaya investasi yang sehat.
Dalam sesi khusus komunitas perempuan, OJK menekankan pentingnya prinsip 2L: Legal dan Logis dalam memilih investasi. Prinsip ini menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran yang tidak masuk akal dan berpotensi merugikan.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dan pelaku industri, di antaranya Rina Dewiyanti, Bayu Samodro, Halimatus Sa’diyah, Fadly Fatah, Mauldy R. Makmur, Evie Sulistyani, serta Irna Narulita.
OJK menilai, seiring meningkatnya jumlah investor pasar modal di Indonesia, pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan risiko investasi menjadi semakin penting. Tanpa literasi yang memadai, masyarakat rentan terhadap penipuan dan keputusan investasi yang keliru.
Melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan, OJK berharap ASN dan perempuan di Banten semakin cakap dalam mengelola keuangan serta mampu mengambil keputusan investasi yang bijak dan bertanggung jawab.
Langkah ini sekaligus memperkuat upaya menciptakan masyarakat yang inklusif secara finansial dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (*/Cipz)







