OJK Gencarkan Edukasi Pasar Modal di Banten, Generasi Muda Jadi Kunci Investor Masa Depan

- Redaktur

Kamis, 9 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self–Regulatory Organizations (SRO) pasar modal terus menggencarkan literasi dan inklusi keuangan guna memperluas basis investor domestik sekaligus mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah.

Upaya ini diwujudkan melalui rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 yang digelar pada 8–10 April 2026 di Serang. Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), komunitas perempuan, hingga mahasiswa.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan menjadi pekerjaan rumah besar. Minimnya pemahaman masyarakat dinilai masih membuka celah terhadap maraknya penipuan investasi ilegal.

Baca Juga :  SPPG Curugbitung Utamakan Kesehatan dan Higienis di MBG Kabupaten Lebak Banten
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi. (Foto: Istimewa)

“Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat sangat rentan terhadap iming-iming investasi bodong yang terlihat menggiurkan, padahal memiliki motif yang tidak baik,” ujarnya dalam acara edukasi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi pasar modal Indonesia baru mencapai 17,78 persen. Angka ini menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami cara berinvestasi secara benar.

Padahal, akses investasi kini semakin mudah melalui layanan digital berbasis smartphone. Namun, kemudahan ini juga diiringi risiko, seperti volatilitas pasar, penipuan berkedok investasi legal, hingga potensi penyalahgunaan akun untuk tindak kejahatan seperti pencucian uang.

Baca Juga :  Aristokrasi di Era Modern: Antara Tradisi dan Tuntutan Perubahan

Hingga Maret 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai 24,4 juta, dengan 54 persen di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Di Provinsi Banten sendiri, jumlah investor telah menyentuh 1,2 juta dan masuk lima besar nasional.

Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan investor di masa depan.

(Foto: Istimewa)

Mewakili Gubernur Banten, Rina Dewiyanti menegaskan bahwa pasar modal bukan sekadar sarana investasi, tetapi juga instrumen penting dalam pembiayaan pembangunan daerah dan nasional.

Senada dengan itu, Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menilai edukasi pasar modal sangat penting dalam membentuk generasi muda yang cakap finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Baca Juga :  Disperindag Kabupaten Tangerang Pastikan Timbangan Bagasi Pesawat di Bandara Soekarno Hatta Akurat

SEPMT 2026 di Banten menghadirkan berbagai program edukatif, antara lain:

  • Edukasi kepada 1.000 ASN serta inisiasi Galeri Investasi di lingkungan Pemprov
  • Edukasi bagi 500 peserta komunitas perempuan
  • Kuliah umum yang diikuti 2.100 mahasiswa membahas investasi dan aset digital
  • Sosialisasi obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan

Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat semakin memahami investasi yang aman dan legal, sekaligus mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sarana membangun kesejahteraan.

Dengan literasi yang semakin kuat, pasar modal Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pilihan investasi, tetapi juga pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. (*/Cipz)

Berita Terkait

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV
Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan
Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:45 WIB

DPRD Banten Dorong Reformasi Birokrasi, Empat Agenda Penataan OPD Masuk Pembahasan Pansus IV

Minggu, 1 November 2026 - 22:09 WIB

Imigrasi Serang Hadirkan Layanan Pasporia di Jawara Banten Run 5K, Permudah Masyarakat Urus Paspor pada Akhir Pekan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Berita Terbaru