Pancasila di Era Modern Menanamkan Nilai Pancasila sebagai Landasan Menghadapi Tantangan Zaman Digital

Sabtu, 4 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

Oleh: Affan Anandesfa
NIM​: 251090200537
Dosen: Risky Amelia,S.H,.M.H
Mata Kuliah​: Pendidikan Pancasila

(Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum UNPAM Serang)

[BANTENESIA.NET] Pancasila merupakan dasar negara, ideologi bangsa, sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia yang lahir dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Sejak disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun telah berusia puluhan tahun, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila tetap relevan dan mampu menjadi pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat.

Memasuki era modern, masyarakat hidup di tengah kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan digitalisasi yang telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Internet, media sosial, kecerdasan buatan, serta berbagai inovasi teknologi telah memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, belajar, bekerja, dan memperoleh informasi. Kemajuan tersebut menjadi peluangbesar bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempercepat pembangunan nasional.

Menurut saya, Pancasila justru semakin penting untuk diterapkan di era modern. Kemajuan teknologi seharusnya tidak mengubah karakter bangsa Indonesia, melainkan menjadi sarana untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun peradaban yang lebih maju. Nilai-nilai Pancasila bukan sekadar materi pelajaran di sekolah atau teks yang dihafalkan saat upacara, melainkan harus menjadi pedoman nyata dalam setiap tindakan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun di dunia digital.

Baca Juga :  Pancasila Sebagai Moral Generasi Benteng Milenial

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu permasalahan yang paling nyata adalah meningkatnya penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta informasi yang bersifat provokatif melalui media sosial. Banyak masyarakat yang langsung mempercayai dan menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Akibatnya, muncul kesalahpahaman, konflik sosial, bahkan perpecahan yang mengancam persatuan bangsa.

Permasalahan berikutnya adalah meningkatnya sikap individualisme akibat perubahan gaya hidup modern. Kemudahan teknologi membuat interaksi secara langsung semakin berkurang. Banyak orang lebih sibuk dengan telepon genggam dibandingkan berkomunikasi dengan keluarga maupun lingkungan sekitar. Budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas bangsa Indonesia mulai memudar karena masyarakat lebih mengutamakan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama.

Selain itu, pengaruh budaya asing yang masuk melalui internet dan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua budaya luar sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Sebagian generasi muda mulai meniru gaya hidup yang mengutamakan kebebasan tanpa batas, konsumtif, serta kurang menghargai norma dan adat istiadat. Jika tidak disikapi secara bijaksana, kondisi tersebut dapat menyebabkan lunturnya identitas nasional dan berkurangnya rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

Permasalahan lain yang tidak kalah penting adalah menurunnya sikap toleransi di tengah masyarakat. Perbedaan suku, agama, budaya, maupun pilihan politik sering dijadikan alasan untuk saling menyerang, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Padahal Indonesia dibangun di atas keberagaman yang harus dijaga sebagai kekuatan bangsa.

Baca Juga :  Hukum Terkait Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak di PT Pertamina

Di bidang pendidikan, masih terdapat sebagian peserta didik yang menganggap Pancasila hanya sebagai mata pelajaran yang harus dihafalkan untuk memperoleh nilai yang baik. Padahal esensi Pancasila terletak pada pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya kesadaran dalam menerapkan nilai-nilaiPancasila menyebabkan berbagai bentuk pelanggaran norma, seperti perundungan (Bullying), kurangnya rasa hormat kepada guru dan orang tua, tindakan tidak jujur, hingga penyalahgunaan teknologi untuk hal-hal yang merugikan.

Apabila berbagai permasalahan tersebut terus dibiarkan, makanilai-nilai Pancasila akan semakin terkikis dan berpotensi melemahkan persatuan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata untuk mengembalikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, penerapan nilai-nilaiPancasila harus dilakukan secara nyata oleh seluruh elemen masyarakat. Langkah pertama adalah memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini. Sekolah tidak hanya berperan memberikan pengetahuan mengenai Pancasila, tetapi juga membiasakan peserta didik untuk menerapkan nilai-nilainya melalui sikap disiplin, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Peran keluarga juga sangat penting karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seseorang belajar mengenai moral dan etika. Orang tua harus menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, seperti menghormati orang lain, menjaga kerukunan, serta membiasakan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan keluarga.

Baca Juga :  Pengaruh Kompetensi Pegawai Terhadap Pelayanan Publik

Di era digital, masyarakat perlu meningkatkan literasi digital agar mampu membedakan informasi yang benar dan informasi yang menyesatkan. Sebelum membagikan suatu berita, masyarakat harus melakukan pengecekan terhadap sumber informasi agar tidak ikut menyebarkan hoaks maupun ujaran kebencian. Penggunaan media sosial juga harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan etika, sopan santun, dan saling menghormati.

Pemerintah bersama lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, media massa, dan komunitas juga perlu terus mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya pengamalan Pancasila melalui seminar, pelatihan, kampanye digital, lomba, maupun kegiatan sosial. Program-program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa Pancasila bukan hanya simbol negara, tetapi pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, budaya gotong royong perlu terus dilestarikan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti kerja bakti, baktisosial, kegiatan lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, rasa persatuan, solidaritas, dan kepedulian sosial akan tetap terjaga meskipun kehidupan semakin modern.

Pancasila adalah fondasi yang menjaga arah perjalanan bangsa Indonesia di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi, globalisasi, dan perkembangan digital merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, tetapi semuanya harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai Pancasila. ***

Berita Terkait

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?
Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?
Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN
Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus
Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas
Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja
Status “Freeze” MSCI Bikin Rp75 Triliun Dana Asing Kabur dari Bursa Indonesia
Menjaga Data Pribadi di Internet: Mengapa “Password” Kuat Saja Tidak Cukup?

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 17:36 WIB

Mall Cilegon Center di Tengah Gempuran Bisnis Online, Mampukah Usaha Offline Bertahan?

Kamis, 10 September 2026 - 12:37 WIB

Mobile JKN: Solusi Digital atau Tantangan Baru bagi Peserta BPJS Kesehatan?

Rabu, 2 September 2026 - 21:37 WIB

Menjejak Dunia Riset: Kunjungan Industri Pertama HMM UNPAM Serang ke BRIN

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:48 WIB

Live TikTok: Strategi Efisiensi Keuangan untuk Mengakses Informasi UNPAM Lebih Dekat Tanpa Datang ke Kampus

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:11 WIB

Pleno Tengah HMJM Periode V: Evaluasi sebagai Landasan Mewujudkan Organisasi yang Lebih Efektif, Terarah, dan Berkualitas

Berita Terbaru