Efektivitas Jemput Bola dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat Kota Serang

- Redaktur

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nur Rizka Oktovia, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Nur Rizka Oktovia, Mahasiswi Administrasi Negara UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Penulis: Nur Rizka Oktovia

Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Kepala Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
Kemahasiswaan : Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P
Program Studi Administrasi Negara, Universitas Pamulang, Serang.

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Program Jemput Bola atau yang sering disebut sebagai ‘JEBOL’ oleh Disdukcapil Kota Serang, adalah salah satu inovasi layanan publik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sebelumnya, warga harus datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen, tetapi sekarang petugas layanan datang langsung ke sekolah, rumah sakit, kelurahan, atau bahkan ke rumah warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Baca Juga :  Transformasi Hukum Pidana Indonesia Menjelang Pemberlakuan KUHP 2026

Dari sudut pandang masyarakat, program ini memberikan pengaruh positif. Tidak semua orang memiliki waktu, tenaga, atau akses transportasi yang memadai untuk datang ke kantor pelayanan. Dengan adanya petugas yang datang ke lokasi warga, proses pengurusan menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih hemat biaya. Terutama bagi pelajar dan lansia yang sering kesulitan antre di kantor.

Namun, efektivitas program ini tidak hanya ditentukan oleh kehadiran mobil keliling atau petugas yang datang. Yang lebih penting adalah pengalaman warga saat dilayani. Apakah petugasnya ramah? Apakah prosesnya jelas dan tidak rumit? Apakah hasilnya cepat selesai? Banyak warga mengatakan lebih nyaman dilayani melalui JEBOL karena alurnya sederhana dan tidak berbelit-belit. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan.

Baca Juga :  Reforma Agraria: Ketimpangan Kepemilikan Tanah di Indonesia

Selain itu, dari segi pemerintahan, dampak dari program ini juga terasa. Tingkat perekaman KTP-el di Kota Serang terus meningkat. Pelajar yang menjadi pemilih pemula pun kini lebih cepat terdata, sehingga data penduduk menjadi lebih tepat. Artinya, program ini tidak hanya sekadar menghadirkan layanan, tetapi juga membantu pemerintah mengisi data secara lebih rapi dan memastikan hak administrasi setiap warga terpenuhi.

Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Masalah teknis seperti alat yang rusak atau koneksi internet yang tidak stabil seringkali menghambat pelayanan. Selain itu, tidak semua warga tahu jadwal pelaksanaan JEBOL karena informasi belum merata. Di sini, Disdukcapil perlu meningkatkan sosialisasi agar program ini bisa mencapai warga yang membutuhkan.

Baca Juga :  Bersihkan Tempat Ibadah, Warga RT 01/09 Benggala-Cipare Kompak Kerja Bakti Menyambut Ramadan

Secara keseluruhan, JEBOL menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa berubah menjadi lebih manusiawi, lebih dekat, dan lebih responsif. Ketika pemerintah mau turun langsung dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, rasa percaya warga juga pelayanan publik akan ikut meningkat.meningkat. Dan ketika kepercayaan itu terbentuk, kualitas pelayanan publik akan mengikuti. ***

Berita Terkait

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai
Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah
Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan
Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas
Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani
Sengketa Kepemilikan Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten
Air untuk Siapa? Konflik Agraria dan Ketidakadilan di Cadasari
Tanah untuk Siapa? Konflik Agraria dan Negara yang Abai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:43 WIB

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah

Selasa, 7 April 2026 - 19:57 WIB

Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan

Senin, 6 April 2026 - 21:23 WIB

Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB

Basreng IRIE - Le Marley. (Foto: Istimewa)

Cerita

Basreng IRIE: Cara Unik Le Marley Jual Musik Lewat Camilan

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:01 WIB