Penulis: Nur Rizka Oktovia
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Kepala Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
Kemahasiswaan : Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P
Program Studi Administrasi Negara, Universitas Pamulang, Serang.
[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Program Jemput Bola atau yang sering disebut sebagai ‘JEBOL’ oleh Disdukcapil Kota Serang, adalah salah satu inovasi layanan publik yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Sebelumnya, warga harus datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen, tetapi sekarang petugas layanan datang langsung ke sekolah, rumah sakit, kelurahan, atau bahkan ke rumah warga yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Dari sudut pandang masyarakat, program ini memberikan pengaruh positif. Tidak semua orang memiliki waktu, tenaga, atau akses transportasi yang memadai untuk datang ke kantor pelayanan. Dengan adanya petugas yang datang ke lokasi warga, proses pengurusan menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih hemat biaya. Terutama bagi pelajar dan lansia yang sering kesulitan antre di kantor.
Namun, efektivitas program ini tidak hanya ditentukan oleh kehadiran mobil keliling atau petugas yang datang. Yang lebih penting adalah pengalaman warga saat dilayani. Apakah petugasnya ramah? Apakah prosesnya jelas dan tidak rumit? Apakah hasilnya cepat selesai? Banyak warga mengatakan lebih nyaman dilayani melalui JEBOL karena alurnya sederhana dan tidak berbelit-belit. Mereka merasa dihargai dan diperhatikan.
Selain itu, dari segi pemerintahan, dampak dari program ini juga terasa. Tingkat perekaman KTP-el di Kota Serang terus meningkat. Pelajar yang menjadi pemilih pemula pun kini lebih cepat terdata, sehingga data penduduk menjadi lebih tepat. Artinya, program ini tidak hanya sekadar menghadirkan layanan, tetapi juga membantu pemerintah mengisi data secara lebih rapi dan memastikan hak administrasi setiap warga terpenuhi.
Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Masalah teknis seperti alat yang rusak atau koneksi internet yang tidak stabil seringkali menghambat pelayanan. Selain itu, tidak semua warga tahu jadwal pelaksanaan JEBOL karena informasi belum merata. Di sini, Disdukcapil perlu meningkatkan sosialisasi agar program ini bisa mencapai warga yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, JEBOL menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa berubah menjadi lebih manusiawi, lebih dekat, dan lebih responsif. Ketika pemerintah mau turun langsung dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, rasa percaya warga juga pelayanan publik akan ikut meningkat.meningkat. Dan ketika kepercayaan itu terbentuk, kualitas pelayanan publik akan mengikuti. ***







