Generasi Z Dinilai Jadi Kunci Penguatan Pancasila di Tengah Arus Digitalisasi

- Redaktur

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

Penulis: FEBRIANAH
251090200415
febrianah17@gmail.com
(Program Studi Sarjana Hukum UNPAM Cabang Serang-Banten)

[BANTENESIA.NET] – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi Generasi Z. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh global, nilai-nilai Pancasila dinilai menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks. Namun di balik tantangan tersebut, Generasi Z justru disebut memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak penguatan ideologi bangsa di era modern.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian karya Febrianah, mahasiswa Program Studi Sarjana Hukum Universitas Pamulang Cabang Serang-Banten, melalui jurnal berjudul “Dinamika Perkembangan Pancasila di Era Modern Generasi Z.”

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh bersama kemajuan teknologi digital. Mereka dikenal adaptif terhadap teknologi, terbuka terhadap informasi global, dan aktif menggunakan media sosial dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menciptakan peluang sekaligus tantangan dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga :  Ponpes Terpadu Bismillah Gelar Tradisi Halal Bi Halal dengan Sentuhan Edukasi dan Silaturahim Hangat

“Media sosial, platform edukasi, dan komunitas digital dapat menjadi sarana efektif dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan secara luas dan menarik,” tulis Febrianah dalam jurnal penelitiannya.

Penelitian itu juga menyoroti munculnya berbagai konten edukatif di media sosial yang mengangkat pesan toleransi, gotong royong, persatuan, hingga kampanye anti-perundungan. Banyak kreator muda dinilai berhasil menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan mudah diterima oleh sesama generasi muda.

Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan ancaman serius terhadap kehidupan sosial masyarakat. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, hingga konflik terkait isu SARA menjadi tantangan nyata yang dapat mengikis nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.

Baca Juga :  Pentingya Pendidikan Kewarganegaraan dalam Memperkuat Kesadaran Hak Asasi Manusia di Indonesia

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dalam penelitian tersebut, sebagian besar Generasi Z sebenarnya telah memahami nilai dasar Pancasila dengan cukup baik. Akan tetapi, implementasi dalam kehidupan nyata, khususnya di media sosial, masih belum maksimal.

Fenomena perdebatan di media sosial yang berujung konflik menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teoritis dan praktik nyata nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Rendahnya literasi digital juga dinilai menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut.

Penelitian ini turut menjelaskan perjalanan perkembangan Pancasila sejak era Reformasi hingga era digital saat ini. Setelah sempat mengalami penurunan internalisasi pasca Reformasi 1998, pemerintah mulai memperkuat kembali pendidikan karakter berbasis Pancasila, termasuk melalui pembentukan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Baca Juga :  Pemilu 2024, Kaum Milenial Harus Menjadi Generasi Baru bukan Generasi Penerus

Febrianah menilai bahwa keberhasilan mempertahankan nilai-nilai Pancasila di masa depan sangat bergantung pada kemampuan masyarakat, khususnya Generasi Z, dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

Melalui penelitian tersebut, Generasi Z dipandang bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi serta relevansi Pancasila di tengah perkembangan zaman modern.

Dukungan dari keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat luas pun dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat pendidikan karakter dan literasi digital agar nilai-nilai Pancasila dapat terus hidup di tengah generasi muda Indonesia. ***

Berita Terkait

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos
Optimalisasi Pengelolaan Usaha Kelompok Tani Di Desa Sasahan, Melalui Pemanfaatan Buah Musiman, Pembukuan Sederhana Dan Digitalisasi Keuangan (Money Lover)
Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani
Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang
Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku
Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah
Mahasiswa Manajemen UNPAM Serang Dampingi UMKM Tempe Perluas Pasar di Tengah Keterbatasan Produksi
Mahasiswa Manajemen UNPAM PSDKU Serang Dampingi UMKM Tempe Walantaka Go Digital
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Inovatif! Mahasiswa UNPAM Kampus Serang Dampingi Warga Desa Sasahan Olah Sampah Daun Kering Menjadi Kompos

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Mahasiswa Manajemen UNPAM Kampus Serang Edukasi Petani Desa Sasahan tentang Digital Finance untuk Perkuat pengelolaan Keuangan Usaha Tani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Literasi Keuangan dan Kesiapan Kerja, Mahasiswa UNPAM Berikan Edukasi kepada Siswa SMKN 10 Pandeglang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Tren Media Sosial Picu Impulsive Buying, Siswa Perlu Lebih Bijak Mengelola Uang Saku

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mahasiswa Universitas Pamulang Gelar Edukasi Financial Planning dan Pengembangan Diri di SMA Nur El Fallah

Berita Terbaru