NAMA : JULIA RAHMAWATI
NIM : 251092100123
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA
SEMESTER 3
MATA KULIAH : TEORI ILMU SOSIAL
DOSEN PENGAMPU : ANGGA ROSIDIN, S.I.P., M.A.P.
Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang
[BANTENESIA.NET] – Alun-alun Rangkasbitung yang berada di pusat kota, menjadi tempat yang sering sekali dikunjungi oleh masyarakat Lebak, Tempat yang cukup luas, bagus dan area ramah anak-anak. Pada Senin 5 Januari 2026 Pembangunan Alun-alun Rangkasbitung baru saja diresmikan kembali setelah dibenahi fasilitas terkait Pembangunan, sehingga makin ramai Masyarakat mengunjunginya.
Seiring berjalannya waktu area lingkungan Alun-alun mulai kurang terjaga kebersihannya sehingga menjadi sorotan bagi sejumlah pengunjung terkait sampah yang berserakan di area taman dan sekitar Alun-alun, terutama saat akhir pekan dan pelaksanaan Car Free Day (CFD) akibatnya Alun-alun Rangkasbitung terlihat kumuh dan kurang enak dipandang.
Berdasarkan Mitrapol Kondisi tersebut dinilai tidak dapat mencerminkan lingkungan publik yang sehat, bersih dan nyaman karena Kawasan tersebut setiap hari ramai dikunjungi oleh Masyarakat dari berbagai kalangan.
Dengan minimnya fasilitas tempat sampah, dapat mengakibatkan sampah berserakan dimana-mana. Seharusnya pemerintah pun tak lupa membenahi fasilitas terkait tempat sampah yang harus disediakan dibeberapa sudut area Alun-alun agar mencegah pencemaran sampah di ruang Publik, Sehingga masyarakat akan tertib apabila fasilitas tempat sampah terpenuhi.
Namun disisi lain masyarakat juga harus menyadari dan bekerja sama ikut serta bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan Alun-alun karena ini melibatkan kenyamanan untuk masyarakat sendiri.
Menurut saya, persoalan sampah di Alun-alun Rangkasbitung seharusnya tidak dianggap masalah sepele karena tempat tersebut merupakan ruang publik yang sering dikunjungi Masyarakat.
Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan fasilitas kebersihan dan melakukan pengawasan secara rutin agar kebersihan dan kenyamanan di lingkungan Alun-alun dapat dirasakan oleh Masyarakat.
Di sisi lain Masyarakat juga harus memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan Masyarakat , Alun-alun Rangkasbitung dapat tetap menjadi ruang public yang nyaman, bersih dan layak digunakan oleh semua kalangan. ***








