Pancasila di Mata Gen Z: Antara Nilai Lama dan Tantangan Zaman Baru

Minggu, 3 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: NET)

(Foto: NET)

Penulis: Ati Rohayati
(Mahasiswi Ilmu Hukum UNPAM Serang)

[BANTENESIA.NET] – Perkembangan zaman di era modern membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, terutama generasi muda atau Gen Z. Kemajuan teknologi dan media sosial membuat arus informasi semakin cepat dan bebas. Hal ini memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perubahan tersebut, Pancasila sebagai dasar negara tetap menjadi pedoman utama bangsa Indonesia. Namun, dalam praktiknya, nilai-nilai Pancasila sering kali hanya dipahami sebatas teori atau hafalan, tanpa benar-benar diterapkan dalam kehidupan nyata.

Baca Juga :  Menjawab Kemandegan Ilmu Sosial: Refleksi dan Solusi Bagi Pembangunan Kota Serang

Beberapa fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan nilai Pancasila di kalangan Gen Z, antara lain, Masih banyak generasi muda yang hafal Pancasila, tetapi kurang memahami maknanya secara mendalam.

Maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial yang menunjukkan rendahnya nilai kemanusiaan dan toleransi.

Meningkatnya sikap individualisme, di mana banyak orang lebih fokus pada kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama.
Adanya konflik sosial akibat perbedaan pendapat, baik dalam lingkungan nyata maupun digital.

Baca Juga :  Kualitas Udara Kota Cilegon: Industri Penting, Lingkungan jangan Diabaikan

Namun di sisi lain, terdapat juga hal positif, seperti meningkatnya kepedulian Gen Z terhadap isu sosial, lingkungan, dan keadilan.

Menurut saya, Pancasila sebenarnya masih sangat relevan di era modern ini. Masalahnya bukan pada nilai-nilainya, tetapi pada cara penyampaian dan penerapannya yang kurang sesuai dengan perkembangan zaman.

Selama ini, Pancasila sering diajarkan secara kaku dan teoritis, sehingga terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, nilai-nilainya bisa diterapkan dalam hal sederhana, seperti menghargai pendapat orang lain di media sosial, menjaga toleransi, dan peduli terhadap sesama.

Baca Juga :  Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menanggapi Isu-Isu Sosial Digital Zaman Now

Gen Z sebenarnya memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali nilai Pancasila, terutama melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi. Tinggal bagaimana nilai tersebut dikaitkan dengan realitas yang mereka hadapi.

Dinamika perkembangan Pancasila di era modern menunjukkan bahwa tantangan utama bukan pada keberadaannya, tetapi pada penerapannya. Pancasila tetap relevan, tetapi perlu dipahami dan dijalankan secara lebih kontekstual sesuai dengan perkembangan zaman. ***

Berita Terkait

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan
Salah Angkot Ngetem atau Salah Sistem?
Erupsi Anak Krakatau: Alarm bagi Kesiapsiagaan Masyarakat Indonesia
Jalan Tol Dibangun, Apakah Kesejahteraan Rakyat Ikut Melaju?
Anak Krakatau Siaga Level 3, Wisata Anyer-Carita Tetap Buka: Berani atau Abai?
Kualitas Udara Kota Cilegon: Industri Penting, Lingkungan jangan Diabaikan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 10:39 WIB

Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan

Rabu, 30 September 2026 - 10:38 WIB

Salah Angkot Ngetem atau Salah Sistem?

Rabu, 30 September 2026 - 10:37 WIB

Erupsi Anak Krakatau: Alarm bagi Kesiapsiagaan Masyarakat Indonesia

Berita Terbaru