Kesadaran Akan Kesehatan Mental di Era Modern

- Redaktur

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahma Agustina, Mahasiswi Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto Istimewa)

Rahma Agustina, Mahasiswi Ilmu Hukum UNPAM Serang. (Foto Istimewa)

Penulis: Rahma Agustina

Mahasiswa Ilmu Hukum Unpam Kampus Serang

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Di era modern saat ini, kehidupan manusia bergerak dengan cepat. Teknologi berkembang pesat, arus informasi begitu deras, dan tuntutan hidup semakin kompleks.

Di satu sisi, kemajuan ini membawa kemudahan, namun di sisi lain juga menimbulkan tekanan mental yang tidak bisa diabaikan. Masalah seperti stres, kecemasan, depresi, hingga burnout kini menjadi fenomena yang sering ditemui, terutama di kalangan remaja dan pekerja muda.

Oleh karena itu, kesadaran akan kesehatan mental menjadi sangat penting, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Kesadaran akan kesehatan mental berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan kita untuk menjaga hubungan baik dengan Tuhan sebagai sumber ketenangan batin.

Baca Juga :  Pengaruh E-Government terhadap Kinerja dan Responsibilitas Pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengingatkan kita untuk peduli terhadap sesama, termasuk mendukung mereka yang menghadapi gangguan mental tanpa diskriminasi.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mendorong terciptanya solidaritas sosial, di mana masyarakat saling membantu dan menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua orang.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, dapat diterapkan dalam lingkungan kerja atau sekolah melalui komunikasi terbuka dan diskusi tentang kesehatan mental.

Terakhir, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menekankan pentingnya akses yang adil terhadap layanan psikologi dan kesehatan mental bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali.

Baca Juga :  Pj Walikota Serang Yedi Rahmat Awasi Proses Logistik Pemilu 2024

Dari perspektif kewarganegaraan, kesadaran akan kesehatan mental juga merupakan tanggung jawab sosial. Setiap warga negara memiliki peran dalam menciptakan masyarakat yang sehat secara mental.

Hal ini dapat diwujudkan melalui edukasi, sosialisasi, dan tindakan nyata, misalnya membangun komunitas yang mendukung, menghapus stigma terhadap gangguan psikologis, serta mendorong pemerintah untuk menyediakan fasilitas layanan kesehatan mental yang memadai.

Kesadaran ini juga membentuk warga negara yang kritis dan peduli, mampu menjaga dirinya sendiri sekaligus memberi kontribusi positif bagi lingkungan sosial.

Baca Juga :  Pancasila dan Generasi Z di Era Modern

Pentingnya kesehatan mental di era modern tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya menjaga diri sendiri tetapi juga membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, dan produktif.

Kesadaran ini menjadi fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat secara mental, mampu menghadapi tekanan zaman modern, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

Oleh karena itu, setiap individu, keluarga, sekolah, dan pemerintah harus bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan penanganan kesehatan mental. Hanya dengan kesadaran kolektif, nilai Pancasila dapat terwujud secara nyata, dan kewarganegaraan yang baik dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama. ***

Berita Terkait

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai
Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah
Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan
Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas
Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani
Sengketa Kepemilikan Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten
Air untuk Siapa? Konflik Agraria dan Ketidakadilan di Cadasari
Tanah untuk Siapa? Konflik Agraria dan Negara yang Abai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 20:43 WIB

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah

Selasa, 7 April 2026 - 19:57 WIB

Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan

Senin, 6 April 2026 - 21:23 WIB

Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas

Senin, 6 April 2026 - 19:07 WIB

Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani

Berita Terbaru

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026. (Foto: Istimewa)

Otomotif

Aksi Kencang Pebalap Astra Honda Taklukkan Podium ARRC Sepang

Senin, 13 Apr 2026 - 10:30 WIB

Basreng IRIE - Le Marley. (Foto: Istimewa)

Cerita

Basreng IRIE: Cara Unik Le Marley Jual Musik Lewat Camilan

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:01 WIB