Opini Sumpah Pemuda

- Redaktur

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kubanillah, Mahasiswa UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Kubanillah, Mahasiswa UNPAM Serang. (Foto: Istimewa)

Nama : KUBANILLAH 

Nim : 251090200162

Kelas :01HKSM001

Semester : 1

Kampus Unpam serang

Mk : Pkn

[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Sumpah Pemuda merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa indonesia, pada tanggal 28 oktober 1928 para pemuda dari berbagai daerah, suku, ras agama dan latar belakang dan berikrar untuk bersatu dalam satu tanah air, satu nusa, satu bangsa, satu bahasa (indonesia), bagi saya sumpah pemuda bukan sekedar peristiwa sejarah, tetapi juga simbol persatuan dan semangat kebangsaan yang harus terus dijaga ditengah tantangan zaman.

Baca Juga :  Dukungan Calon Independen Pilkada Kota Serang 2024: Ini Syarat dan Rencananya

Sumpah pemuda adalah warisan nenenk moyang pemuda pemudi pendahulu yang perlu kita tanamkan kedalam jati diri kita sampai saat ini dan lusa ke anak cucu kita, sumpah pemuda sudah sangat melekat kedalam diri kita sebagai nasionalisme.

Dimasa kini, semangat sumpah pemuda sangat relevan untuk menghadapi perpecahaan akibat perbedaan pandangan, suku, agama dan budaya.

Pemuda masa kini perlu meneladani semangat para pendahulu yang mengesampingkan kepentingan pribadi demi cita-cita bersama, pesatuan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga seluruh warga negara indonesia, terutama generasi muda sebagai penerus perjuangan.

Baca Juga :  Tantangan dan Problematika Hukum Islam Dalam Konteks Indonesia Kontemporer

Generasi muda saat ini berperan penting aktif serta menanamkan nilai-nilai karakteristik dan moral yang sudah di ahli wariskan pemuda pendahulu, untuk di amalkan setiap hari dalam sikap perilaku serta tindakan dan berkontribusi nyata bagi bangsa indonesia.

Sumpah pemuda juga mengingatkan kita bahwa nasionalisme tidak boleh pudar dan tidak akan hilang oleh arus globalisasi.

Baca Juga :  Green Governance dan Pengelolaan Sampah Plastik di Indonesia

Kita boleh dan berhak terhadap dunia, tetapi identitas dan rasa cinta terhadap negara satu kesatuan indonseia harus tetap menjadi pegangan melalui pendidikan, teknologi dan kreatifitas, pemuda bangsa indonesia masa kini bisa melanjutkan perjuangan berbagai cara yang relevan di era modern.

Pemuda saat kini perlu berjuang seperti leluhur-leluhur pendahulu yang tak pernah lelah, letih, lesu demi bangsa dan negara, kita pemuda masa kini berjuang sepenuhnya melalaui pendidkan, sikap berkarakter yang terinternalisasi. ***

Berita Terkait

Pancasila: Cuma Jadi Caption atau Benar-Benar Dijalankan?
Perencanaan Strategis Kinerja untuk Organisasi yang Efektif dan Adaptif
Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai
Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah
Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan
Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas
Ketimpangan Agraria di Banten: Antara Pembangunan dan Keadilan bagi Petani
Sengketa Kepemilikan Tanah dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Banten
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 11:11 WIB

Pancasila: Cuma Jadi Caption atau Benar-Benar Dijalankan?

Senin, 27 April 2026 - 08:36 WIB

Perencanaan Strategis Kinerja untuk Organisasi yang Efektif dan Adaptif

Selasa, 7 April 2026 - 20:43 WIB

Pembangunan vs Keadilan: Dilema Agraria yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 7 April 2026 - 20:25 WIB

Permasalahan Agraria di Indonesia: Masalah Agraria, Reformasi Agraria dan Kepemilikan Tanah

Selasa, 7 April 2026 - 19:57 WIB

Alih Fungsi Lahan di Tangerang: Antara Peluang Ekonomi dan Krisis Lingkungan

Berita Terbaru