[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Sebagai wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang yang tergabung dalam Kelompok 039 melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada Minggu, 26 April 2026. Program ini difokuskan pada peningkatan profesionalisme tata kelola usaha di Home Industri Yuli Jaya, sebuah industri rumahan yang memproduksi kudapan tradisional khas Banten, yakni Kue Satu dan Gipang, yang berlokasi di wilayah Kota Serang.
Kegiatan ini diketuai oleh Dimas Arya Maulana, dengan dukungan penuh dari anggota tim yang terdiri dari Siti Nopita Aprilia, Siti Khadijah, dan Muhamad Umari. Pelaksanaan PKM ini juga berada di bawah bimbingan dan arahan langsung dosen pendamping, Okta Riszaldi, S.E., M.M., yang memastikan setiap materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan praktis dunia UMKM saat ini.

Latar belakang pemilihan Home Industri Yuli Jaya didasari oleh realitas bahwa banyak industri kreatif lokal yang memiliki produk berkualitas tinggi namun masih terhambat oleh manajemen internal. Tantangan utama yang ditemukan di lapangan adalah sulitnya pemilik usaha memisahkan keuangan pribadi dengan modal usaha, serta belum adanya struktur pembagian kerja yang jelas bagi para pekerja. Padahal, manajemen yang rapi merupakan kunci utama agar sebuah usaha mikro dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Dalam rangkaian kegiatannya yang berlangsung sejak pagi hari, tim mahasiswa memberikan pendampingan intensif mengenai pengelolaan manajemen keuangan. Pemilik usaha dibekali kemampuan untuk melakukan pencatatan arus kas sederhana, mulai dari pendokumentasian pemasukan harian hingga penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) secara detail. Edukasi ini bertujuan agar pemilik usaha dapat menghitung keuntungan bersih dengan akurat, sehingga modal usaha tidak terpakai untuk keperluan konsumsi pribadi yang tidak terencana.
Tidak hanya fokus pada angka, Kelompok 039 juga menitikberatkan pada penguatan Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Mahasiswa membantu merumuskan pembagian tugas (Job Description) yang lebih teratur bagi tenaga kerja yang ada. Hal ini dilakukan untuk menciptakan alur kerja yang lebih efisien di dapur produksi, mulai dari proses pengolahan bahan mentah hingga tahap pengemasan. Dengan SDM yang terorganisir, produktivitas diharapkan meningkat tanpa mengesampingkan standar kualitas rasa yang selama ini menjadi ciri khas produk Yuli Jaya.
Dampak dari program ini diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi fondasi bagi keberlanjutan usaha. Dengan catatan keuangan yang transparan, Home Industri Yuli Jaya ke depannya akan lebih mudah dalam melakukan perencanaan bisnis maupun akses terhadap pembiayaan jika diperlukan. Secara tidak langsung, penguatan manajemen ini akan berdampak pada stabilitas ekonomi para pekerja dan memperkuat ekosistem kuliner tradisional di Kota Serang.
Okta Riszaldi, S.E., M.M., selaku dosen pembimbing, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini adalah cara terbaik untuk melatih kepekaan sosial dan kemampuan analisis masalah. Di sisi lain, pemilik Home Industri Yuli Jaya menyatakan antusiasme dan rasa terima kasihnya. Ia merasa mendapatkan pengetahuan baru yang sangat aplikatif, yang sebelumnya dianggap sulit dan rumit untuk diterapkan pada usaha skala rumahan.
Kegiatan PKM ini ditutup pada sore hari dengan komitmen bersama untuk terus menjaga konsistensi dalam pengelolaan manajemen yang baru. Melalui sinergi antara akademisi dan pelaku usaha ini, diharapkan produk lokal kebanggaan Banten seperti kue Satu dan Gipang tidak hanya dikenal sebagai tradisi, tetapi juga menjadi komoditas ekonomi yang dikelola secara profesional dan berdaya saing tinggi. ***







