Penulis : Chesya Arifia Zahra
Dosen Pembimbing : Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Kepala Program Studi : Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos
Kemahasiswaan : Jaka Maulana, S.A.P., M.A.P
Program Studi : Administrasi Negara Universitas Pamulang, Serang
[BANTENESIA.NET], KOTA SERANG – Pengelolaan sampah plastik menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di Indonesia. Volume sampah yang terus meningkat tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi. Oleh karena itu, penerapan Green Governance tata kelola pemerintahan yang mengutamakan keberlanjutan, transparansi, dan partisipasi masyarakat menjadi sangat relevan.
Kebijakan berbasis Green Governance, seperti larangan kantong plastik sekali pakai, pengelolaan bank sampah, dan insentif bagi industri ramah lingkungan, menunjukkan langkah nyata pemerintah dalam menekan volume sampah plastik. Opini publik menunjukkan dukungan kuat terhadap kebijakan ini, terutama jika disertai sosialisasi yang jelas dan partisipasi aktif masyarakat.
Namun, efektivitas kebijakan ini masih menghadapi tantangan. Infrastruktur daur ulang yang terbatas, resistensi dari industri plastik, dan rendahnya kesadaran masyarakat di beberapa daerah menjadi hambatan signifikan. Meski demikian, partisipasi publik tetap menjadi kunci. Program edukasi, kampanye media sosial, dan kolaborasi dengan komunitas lokal dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar dan aktif mengurangi penggunaan plastik.
Masyarakat berharap Green Governance dapat diterapkan lebih konsisten dan terintegrasi, dengan fokus pada peningkatan fasilitas daur ulang, penegakan hukum yang tegas, transparansi pengelolaan dana, serta dukungan untuk inovasi produk ramah lingkungan. Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, volume sampah plastik di Indonesia memiliki peluang besar untuk menurun secara signifikan.
Secara keseluruhan, Green Governance bukan hanya regulasi, tetapi sebuah gerakan kolektif. Keberhasilan pengelolaan sampah plastik akan terlihat jika setiap elemen masyarakat turut berperan aktif dari pemerintah hingga individu. Saatnya kita bergerak bersama untuk lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. ***







