[BANTENESIA.NET], PANDEGLANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pandeglang terus mengakselerasi peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini ditandai dengan peresmian gedung pelayanan baru serta peluncuran tiga inovasi layanan perpajakan, Rabu (28/10/2026) di Jalan Ahmad Yani Gang Istal.

Momen peresmian yang bertepatan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, didampingi jajaran Bapenda Kabupaten Pandeglang. Tiga inovasi unggulan yang resmi diluncurkan yakni Warung Layanan Pajak Daerah (Walajakda), Agen Pajak Daerah, dan Sistem Broadcast Pajak (Sibadak).

Kepala Bapenda Kabupaten Pandeglang, Ramadani, mengungkapkan bahwa kehadiran gedung baru dan tiga inovasi tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan ruang khusus pelayanan yang representatif dan mudah dijangkau oleh Wajib Pajak.
”Alhamdulillah di hari Sumpah Pemuda ini kita meresmikan gedung pelayanan pajak daerah yang baru. Selama ini kami belum memiliki ruang khusus untuk pelayanan. Melalui gedung baru dan berbagai inovasi ini, kami ingin meruntuhkan stigma bahwa mengurus pajak itu sulit, jauh, dan merepotkan. Layanan kini jauh lebih ramah, praktis, serta transparan,” ujar Ramadani.

Ramadani membeberkan secara detail keunggulan dari tiga inovasi pelayanan yang mulai dioperasikan secara penuh yakni Warung Layanan Pajak Daerah (Walajakda), menurutnya, Program pelayanan jemput bola ini dirancang untuk mendekatkan akses administrasi pajak hingga ke tingkat kelurahan dan desa, sehingga menghemat jarak serta waktu masyarakat.
Kemudian, Agen Pajak Daerah, Ramadani menjelaskan Pembentukan agen pajak ini merupakan jejaring edukasi perpajakan yang melibatkan unsur perangkat desa dan kelurahan sebagai perpanjangan tangan Bapenda untuk mendampingi serta meningkatkan pemahaman hak dan kewajiban Wajib Pajak. Dan yang ketiga Sibadak (Sistem Broadcast Pajak) Inovasi berbasis digitalisasi komunikasi yang memfasilitasi pengiriman pemberitahuan tagihan, pengingat tenggat pembayaran, hingga jadwal pelayanan secara cepat dan terarah langsung ke gawai masyarakat.

”Ketika pelayanan semakin baik dan transparan, pundi-pundi kas daerah otomatis akan ikut meningkat. Seluruh rangkaian inovasi ini bermuara pada optimalisasi PAD Kabupaten Pandeglang,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mengapresiasi terobosan Bapenda yang dinilainya menghadirkan energi serta semangat baru dalam tata kelola keuangan daerah.
”Ini bukan sekadar peresmian fisik, melainkan lahirnya pola pelayanan baru yang lebih kreatif dan inovatif. Kehadiran tiga inovasi ini memotong jarak pelayanan serta memperkuat transparansi melalui digitalisasi,” kata Bupati Dewi Setiani.
Bupati Dewi menginstruksikan seluruh jajaran camat hingga kepala desa untuk membangun kolaborasi solid bersama Bapenda dalam memetakan potensi serta mendata objek dan Wajib Pajak secara presisi.

”Dengan sarana yang makin representatif dan dukungan tiga inovasi ini, kami minta Bapenda makin bersemangat. Sinergi dengan camat dan kades sangat penting agar pendataan pajak makin kuat, sehingga hasil penerimaan PAD dapat dialokasikan kembali untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya. (ADV)







