Perkim Kabupaten Serang Fokus Tangani Kawasan Kumuh di Tengah Keterbatasan Anggaran

- Redaktur

Senin, 25 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET] – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  Kabupaten Serang masih berjibaku menangani kawasan kumuh di tengah keterbatasan anggaran.

Berdasarkan hasil pembaruan data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK)Klasifikasi dan Kriteria Kawasan Kumuh (SKKKN), luas kawasan kumuh di Kabupaten Serang mencapai 1.113,92 hektare dari total ± 10.000 hektare Perumahan Exostis.

Dari jumlah tersebut, sekitar 629 hektare menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Serang, yakni kawasan dengan luasan di bawah 10 hektare (<10 Ha).

Sementara itu, kawasan seluas 10 hingga 15 hektare (10-15)menjadi kewenangan provinsi, dan di atas 15 (<15) hektare menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Baca Juga :  Zakiyah-Najib Menangi Pilkada Kabupaten Serang dengan Dominasi Suara 70,17%

Kepala Dinas Perkim Kabupaten Serang, H. Okeu Oktaviana mengungkapkan, ratusan hektare kawasan kumuh yang menjadi kewenangan kabupaten tersebut tersebar di sejumlah wilayah, terutama di kawasan Pesisir Utara.

“Sebarannya ada di 29 kecamatan. Untuk kawasan yang cukup luas berada di Pontang, Tirtayasa dan Tanara (Pontirta),”ujarnya.

Dalam penanganannya, ia mengacu pada tujuh indikator kawasan kumuh, meliputi kondisi bangunan, drainase, jalan lingkungan, sanitasi, air minum, pengelolaan sampah (TPS), serta sarana proteksi kebakaran.

Baca Juga :  Keunggulan Galangan Arjaya Berkah Marine Dalam Reparasi Kapal

Namun, keterbatasan anggaran membuat penanganan belum maksimal. Pada 2025 lalu, Perkim hanya mampu menangani 14 titik jalan lingkungan dan 2 titik TPS di 2 RT dan 1 Desa berikut sarana pemadam kebakaran yang berada di 9 Desa.

“Karena anggaran terbatas, kami menyiasati dengan fokus pada kawasan kumuh ringan. Biasanya tinggal dua indikator yang belum terpenuhi, sehingga ketika diintervensi hasilnya bisa langsung menurunkan tingkat kekumuhan,” jelas Okeu.

Lebih lanjut, untuk tahun anggaran 2026, kondisi tidak jauh berbeda. Ia hanya mendapat alokasi sekitar Rp550 juta, terdiri dari pembangunan dua Infrastruktur jalan lingkungan/drainasesenilai sekitar ± Rp 380 juta serta pengadaan TPS dan alat pemadam kebakaran sekitar ± Rp180 juta.

Baca Juga :  DPP Jawara Banten Bersatu Gelar Ngariung dan Bhakti Sosial, Tegaskan Komitmen Kebersamaan

Menurutnya, angka tersebut jauh dari kebutuhan ideal. Berdasarkan target RPJMD, penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Serang setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp20 miliar.

“Kalau dibilang cukup, jelas sangat kurang. Tapi dengan kondisi fiskal daerah yang menurun, termasuk adanya pemotongan transfer keuangan daerah, kami tetap berupaya memaksimalkan anggaran yang ada,” Pungkasnya. (ADV)

Berita Terkait

Permudah Pelayanan Pajak Daerah, Bapenda Pandeglang Resmikan Gedung Baru dan Luncurkan Tiga Inovasi Digital
Bentengi Pelajar dari Narkoba, Dinkes Pandeglang Gandeng BNN Edukasi Guru dan Rintis IPWL di Puskesmas Mandalawangi
Gemburkan Budaya Baca, DPAD Pandeglang Gelar Festival “Bubur Terasi”
Ananda Trianh Salichan: Hari Anak Nasional Momentum Wujudkan Pendidikan Aman dan Berkarakter di Banten
Gandeng FKUI, Dinkes Pandeglang Perkuat Sinergi Lintas Sektor Guna Tingkatkan Imunisasi Anak Lengkap
Bapperida Serang Gelar Bimtek SIPD E-Dalev: Pengisian Tidak Sempurna Bisa Hambat Fasilitasi RKPD 2027
Tekan Harga Sembako, Pemkab Serang Gelar Operasi Pasar di Kecamatan Pabuaran
Pemkab Serang Beri Pelatihan Pengolahan Ikan Bagi Penyandang Disabilitas
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Permudah Pelayanan Pajak Daerah, Bapenda Pandeglang Resmikan Gedung Baru dan Luncurkan Tiga Inovasi Digital

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bentengi Pelajar dari Narkoba, Dinkes Pandeglang Gandeng BNN Edukasi Guru dan Rintis IPWL di Puskesmas Mandalawangi

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WIB

Gemburkan Budaya Baca, DPAD Pandeglang Gelar Festival “Bubur Terasi”

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:22 WIB

Ananda Trianh Salichan: Hari Anak Nasional Momentum Wujudkan Pendidikan Aman dan Berkarakter di Banten

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:33 WIB

Gandeng FKUI, Dinkes Pandeglang Perkuat Sinergi Lintas Sektor Guna Tingkatkan Imunisasi Anak Lengkap

Berita Terbaru