Tim Kelompok:
Rosadi (Ketua)
Aulia Alexa Ros,
Sofiyah Nur Abidah,
Rajev Atalah,
Sri Astriyani
Dosen Pembimbing PKM:
Mesakh, S.E., M.M.
[BANTENESIA.NET], SERANG – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bagi pelaku UMKM tempe. Kegiatan bertema “Strategi Pemasaran Efisiensi untuk Memperluas Pasar UMKM Tempe dengan Kapasitas Produksi Terbatas” ini digelar, Kamis (15 Oktober 2026) di Kp. Sewor, RT 01/RW 04, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok.
Dalam kegiatan ini, Kami terjun langsung ke lapangan dengan melibatkan 14 mahasiswa sebagai kelompok besar. Untuk kelompok kecil, pelaksanaan dilakukan oleh empat anggota yang diketuai oleh Rosadi. Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh dosen pembimbing, Mesakh, S.E., M.M. Selain mitra UMKM tempe kegiatan ini juga di hadiri oleh 15 peserta.

Kegiatan ini bertujuan membantu (UMKM) yang bergerak di bidang produksi tempe, yang dimiliki oleh Jalim. Bisnis ini telah beroperasi sejak tahun 1995 dan telah berhasil mempertahankan basis pelanggan yang konsisten. Produk tempe ini didistribusikan ke berbagai pasar tradisional serta kepada sejumlah mitra pemasok, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
UMKM tempe Jalim menghadapi dua tantangan utama, yaitu produksi yang belum stabil dan promosi yang masih dilakukan secara langsung. Kualitas kedelai dan bibit yang berubah-ubah serta cuaca yang memengaruhi fermentasi membuat ketersediaan dan kualitas produk tidak selalu konsisten.
Di sisi lain, promosi digital baru mulai diterapkan namun belum konsisten. Padahal, media sosial berpotensi membantu memperluas jangkauan pasar ke konsumen rumah tangga, warung makan, toko sayur, hingga pembeli daring.
Hasil observasi tim menunjukkan bahwa UMKM tempe tersebut telah memiliki banyak pelanggan lama, terutama dari pasar. Namun, promosi digital baru mulai diterapkan dan belum dilakukan secara konsisten. Padahal, media sosial berpotensi membantu memperluas jangkauan pasar ke konsumen rumah tangga, warung makan, toko sayur, hingga pembeli daring.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dibuka dengan sambutan ketua pelaksana, dosen pendamping, serta pemilik usaha. Peserta kemudian mengikuti dua sesi materi.
Sesi pertama membahas strategi pemasaran digital. Mitra diajak memanfaatkan media sosial, membuat foto dan video produk yang menarik, serta menggunakan WhatsApp Business untuk mempermudah pemesanan. Tim juga mengarahkan perluasan saluran penjualan secara bertahap agar permintaan yang meningkat tidak melebihi kapasitas produksi.
Sesi kedua membahas optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia untuk menjaga produktivitas UMKM tempe di tengah penurunan permintaan. Mitra mendapat panduan membagi tugas pekerja, menyesuaikan beban kerja, meningkatkan kemampuan pekerja, serta memperkuat koordinasi dan kedisiplinan agar proses produksi tetap efisien dan kualitas tempe tetap terjaga.
Tim pendamping juga mendorong mitra membangun identitas produk yang mudah dikenali. Menurut tim, branding tidak harus membutuhkan biaya besar; konten rutin tentang tempe segar dan higienis serta pelayanan ramah dapat membangun kepercayaan pelanggan.
Pembeli juga diajak ikut mempromosikan usaha dengan membagikan akun media sosial kepada kerabat dan tetangga. Cara ini dinilai murah, tetapi berpotensi memperluas pemasaran dari mulut ke mulut hingga kanal digital.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan, penyerahan plakat, foto bersama, permainan, serta pembagian doorprize dan souvenir kepada peserta.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa berharap UMKM tempe Jalim dapat menambah pelanggan baru tanpa mengabaikan pelanggan lama. Mitra juga diharapkan mampu menjalankan strategi pemasaran dan pengelolaan sumber daya manusia secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Kegiatan tersebut merupakan wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menerapkan ilmu manajemen untuk membantu usaha lokal berkembang. ***







