[BANTENESIA.NET], SERANG – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) pengisian laporan evaluasi rencana kerja melalui modul terbaru E-Dalev pada Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI.

Melalui tema “Meningkatkan Kualitas Pelaporan, Mewujudkan Perencanaan yang Akuntabel dan Berorientasi Hasil”, kegiatan ini diikuti sebanyak 77 peserta yang diselenggarakan di Hotel Forbis, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa, 7 Juli 2026.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Bapperida Kabupaten Serang Hotman Siregar menjelaskan, acara ini ditujukan khusus kepada Kasubag Program di tingkat kecamatan beserta staf terkait, guna memastikan penguasaan tata cara penginputan dan pemanfaatan modul E-Dalev yang telah diperbarui pemerintah pusat.
”Modul E-Dalev ini merupakan syarat mutlak dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Serang Tahun 2027. Salah satu syarat utama mendapatkan fasilitasi dari pemerintah provinsi adalah kelengkapan data yang diinput melalui sistem ini, mencakup tahapan perencanaan, pengendalian hingga evaluasi,” ujarnya.

Ia memperingatkan, jika data yang diinput belum memenuhi standar sempurna, sistem akan memberikan tanda berwarna hijau yang berarti belum dapat dilanjutkan ke tahap fasilitasi RKPD. Hal ini menjadi alasan utama Bapperida mendorong partisipasi aktif seluruh kecamatan dalam kegiatan ini.
Selain pihak kecamatan, kata Hotman, penerapan aplikasi SIPD E-Dalev ini juga wajib dilaksanakan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang.
Terkait jadwal penginputan, laporan wajib dilengkapi untuk periode Triwulan I hingga Triwulan III. Data yang tercatat saat ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi utama dalam penyusunan RKPD Tahun 2028.
Ia menjelaskan fungsi utama sistem ini adalah mempermudah identifikasi kondisi riil pembangunan: program apa saja yang sudah berjalan, belum terlaksana, menghadapi kendala, serta mana yang tetap menjadi prioritas atau tidak lagi relevan.

”Kesalahan penginputan data akan kami identifikasi terlebih dahulu. Jika berkaitan dengan program kerja akan segera diperbaiki, namun jika terkait anggaran, hal ini akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penentuan prioritas pendanaan tahun berikutnya,” jelas Hotman.
Pihaknya juga menegaskan komitmen menjaga kesesuaian data dengan kondisi di lapangan melalui koordinasi berkelanjutan, verifikasi berkala, serta pengendalian bersama perencana di kecamatan dan OPD.
Kata Hotman, hasil evaluasi nantinya sekaligus menjadi tolok ukur kinerja, serapan anggaran, serta efektivitas program masing-masing satuan kerja.

”Harapan utama dari bimtek ini adalah seluruh pihak dapat memahami dan menerapkan sistem dengan optimal, sehingga perencanaan pembangunan Kabupaten Serang dapat berjalan lebih tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan,” tutupnya. (ADV)








