[BANTENESIA.NET] – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Ananda Trianh Salichan, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Menurut Ananda, anak merupakan aset strategis bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan fisik, mental, dan karakter. Karena itu, pemenuhan hak anak atas pendidikan yang berkualitas serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan menjadi tanggung jawab bersama.
Ajakan tersebut disampaikan Ananda bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.
“Selamat Hari Anak Nasional 2026. Anak-anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, memperoleh pendidikan yang berkualitas, serta terlindungi dari kekerasan, perundungan, dan eksploitasi,” kata Ananda, Kamis (23/7/2026).

Ia mengatakan, komitmen terhadap perlindungan anak juga diwujudkan melalui lahirnya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan Provinsi Banten, yang menjadi landasan hukum dalam membangun sistem pendidikan yang aman, adil, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
Menurut dia, regulasi tersebut tidak hanya mengatur hak dan kewajiban peserta didik, pendidik, maupun penyelenggara pendidikan, tetapi juga memberikan kepastian mekanisme penanganan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah, termasuk kasus kekerasan dan pelanggaran hak peserta didik.
“Perda ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan di dunia pendidikan. Kami ingin memastikan setiap anak di Banten dapat belajar dengan aman, nyaman, dan terlindungi. Sekolah harus menjadi tempat membentuk karakter, bukan menimbulkan rasa takut,” ujarnya.
Selain memperkuat aspek perlindungan anak, perda tersebut juga menempatkan pendidikan karakter sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran melalui penguatan nilai moral, etika, keagamaan, serta muatan lokal yang menjadi identitas masyarakat Banten.
“Kami ingin mencetak generasi Banten yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, beriman, bertakwa, dan memiliki kepedulian sosial. Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik,” katanya.
Ananda menambahkan, keberhasilan mewujudkan lingkungan yang ramah anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurut dia, orang tua, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi.
“Hari Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pihak. Dengan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, kita dapat melahirkan generasi Banten yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi penerus pembangunan bangsa,” tutupnya. (ADV)








