[BANTENESIA.NET], Pandeglang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang semakin mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Sekolah ini dirancang khusus untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, dengan seleksi penerimaan bukan berdasarkan akademik, melainkan status ekonomi keluarga. Kehadiran Sekolah Rakyat di Pandeglang ini nantinya diharapkan dapat menjadi pemutus rantai kemiskinan.
Sekolah Rakyat (SR) ini rencananya bakal di bangun di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengungkapkan bahwa proyek ini terus mengalami progres.
“Sekolah Rakyat sudah empat hari dalam proses pematangan lahan oleh PU (Kementerian Pekerjaan Umum). Pembangunan fisik akan dimulai oleh PU Pusat tahun depan,” ujar Wawan Setiawan, Senin 1/12/25.

Wawan menjelaskan, sekolah ini direncanakan hanya dibangun di satu lokasi seluas 10 hektare. Lanjut Wawan seluruh persyaratan pembangunan telah terpenuhi dan proyeknya sudah memasuki tahap lelang. Sedangkan untuk Anggaran seluruhnya dibiayai oleh pemerintah pusat dengan menelan anggaran sekitar Rp200 sampai Rp250 Miliar, yang terdiri fisik dan fasilitas, diantaranya 18 gedung, dan lapangan sepak bola.
Wawan menyebut, sekolah rakyat ini akan dibangun mulai dari jengang SD, SMP, dan SMA dalam satu area.
“Lokusnya di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Cuma satu saja. Lahannya sekitar 10 hektare, jenjang SD, SMP, dan SMA berada dalam satu area. Dari persyaratan sudah kita tempuh, diantaranya proses lelang yang saat ini sedang berjalan, tinggal pematangan lalu dibangun. Total anggaran Rp200 sampai Rp250 Miliar” jelas Wawan.
Sekolah Rakyat Pandeglang direncanakan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun, Wawan Setiawan menegaskan bahwa seleksi penerimaan tidak menggunakan standar nilai.
Wawan menyebut sekolah rakyat ini direncanakan akan di bangun pada awal Januari 20206 dan rampung di akhir Juni 2026 ditargetkan sudah siap menerima siswa baru.
Dikatakan Wawan, sebetulnya Pandeglang sudah mempunyai sekolah rintisan sebanyak 1 kelas, dengan jumlah sebanyak 26 siswa yang saat ini ikut bergabung dengan sekolah rakyat milik Provinsi Banten di Tangerang Selatan.
Ketika Sekolah Rakyat di Pandeglang sudah jadi, maka mereka akan pindah ke Pandeglang. Dalam perekrutan siswa ia Menyebut tidak ada Seleksi Akademik, seleksi diprioritaskan untuk desil 1 dan 2.
“Tidak ada seleksi akademik. Yang ada seleksi kemiskinan. Ini khusus untuk desil 1 dan desil 2,” tegasnya.
• Desil 1: Kategori sangat miskin.
• Desil 2: Kategori miskin.
Jika kuota seribu siswa belum terpenuhi, kategori lain baru bisa dipertimbangkan. Wawan menjelaskan, desil 3 hingga desil 5 masih masuk kelompok miskin dan rentan miskin, sedangkan desil 6 sampai desil 10 tergolong sejahtera.
“Tujuan Sekolah Rakyat ini untuk memotong mata rantai kemiskinan. Karena itu yang diprioritaskan adalah keluarga miskin,” imbuhnya.
Hadirnya program strategis ini di Pandeglang disebut Wawan merupakan hasil kerja keras Pemkab, khususnya Bupati Pandeglang, yang aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, yakni Kementerian Sosial (Kemensos).
“Ini terobosan Pak Prabowo dan Ibu Bupati luar biasa. Ini program rebutan. Ibu Bupati sampai 6 kali ke Mensos. Tahap ke dua ini ada 140 titik se Indonesia, Alhamdulillah Pandeglang dapat Sekolah Rakyat. Ini bukan program yang datang begitu saja, tapi hasil perjuangan,” ungkap Wawan Setiawan. (Adv)







