Siap Dibangun, Pemkab Pandeglang Targetkan Sekolah Rakyat Jadi Alat Pemutus Rantai Kemiskinan

Senin, 1 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani didampingi Kepala Dinas Sosial, Wawan Setiawan beserta sejumlah pejabat terkait saat kunjungan kerja ke Kementrian Sosial RI terkait Program Pembangunan Sekolah Rakyat. (Foto: Istimewa)

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani didampingi Kepala Dinas Sosial, Wawan Setiawan beserta sejumlah pejabat terkait saat kunjungan kerja ke Kementrian Sosial RI terkait Program Pembangunan Sekolah Rakyat. (Foto: Istimewa)

[BANTENESIA.NET], Pandeglang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang semakin mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Sekolah ini dirancang khusus untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, dengan seleksi penerimaan bukan berdasarkan akademik, melainkan status ekonomi keluarga. Kehadiran Sekolah Rakyat di Pandeglang ini nantinya diharapkan dapat menjadi pemutus rantai kemiskinan.

Sekolah Rakyat (SR) ini rencananya bakal di bangun di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan, mengungkapkan bahwa proyek ini terus mengalami progres.

“Sekolah Rakyat sudah empat hari dalam proses pematangan lahan oleh PU (Kementerian Pekerjaan Umum). Pembangunan fisik akan dimulai oleh PU Pusat tahun depan,” ujar Wawan Setiawan, Senin 1/12/25.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan. (Foto: Istimewa)

Wawan menjelaskan, sekolah ini direncanakan hanya dibangun di satu lokasi seluas 10 hektare. Lanjut Wawan seluruh persyaratan pembangunan telah terpenuhi dan proyeknya sudah memasuki tahap lelang. Sedangkan untuk Anggaran seluruhnya dibiayai oleh pemerintah pusat dengan menelan anggaran sekitar Rp200 sampai Rp250 Miliar, yang terdiri fisik dan fasilitas, diantaranya 18 gedung, dan lapangan sepak bola.

Baca Juga :  Mahasiswa UNPAM Magang di BPN Pandeglang, Pelajari Pemanfaatan Sistem Informasi Pertanahan

Wawan menyebut, sekolah rakyat ini akan dibangun mulai dari jengang SD, SMP, dan SMA dalam satu area.

“Lokusnya di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari. Cuma satu saja. Lahannya sekitar 10 hektare, jenjang SD, SMP, dan SMA berada dalam satu area. Dari persyaratan sudah kita tempuh, diantaranya proses lelang yang saat ini sedang berjalan, tinggal pematangan lalu dibangun. Total anggaran Rp200 sampai Rp250 Miliar” jelas Wawan.

Sekolah Rakyat Pandeglang direncanakan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun, Wawan Setiawan menegaskan bahwa seleksi penerimaan tidak menggunakan standar nilai.

Baca Juga :  Pledoi Terdakwa Wenny Hatu Army Puspita, Ini Kata Kuasa Hukum

Wawan menyebut sekolah rakyat ini direncanakan akan di bangun pada awal Januari 20206 dan rampung di akhir Juni 2026 ditargetkan sudah siap menerima siswa baru.

Dikatakan Wawan, sebetulnya Pandeglang sudah mempunyai sekolah rintisan sebanyak 1 kelas, dengan jumlah sebanyak 26 siswa yang saat ini ikut bergabung dengan sekolah rakyat milik Provinsi Banten di Tangerang Selatan.

Ketika Sekolah Rakyat di Pandeglang sudah jadi, maka mereka akan pindah ke Pandeglang. Dalam perekrutan siswa ia Menyebut tidak ada Seleksi Akademik, seleksi diprioritaskan untuk desil 1 dan 2.

“Tidak ada seleksi akademik. Yang ada seleksi kemiskinan. Ini khusus untuk desil 1 dan desil 2,” tegasnya.

• Desil 1: Kategori sangat miskin.
• Desil 2: Kategori miskin.

Baca Juga :  Kelompok Nelayan Panimbang Buktikan Solidaritas: Bagikan 900 Paket Sembako di Tengah Cuaca Buruk

Jika kuota seribu siswa belum terpenuhi, kategori lain baru bisa dipertimbangkan. Wawan menjelaskan, desil 3 hingga desil 5 masih masuk kelompok miskin dan rentan miskin, sedangkan desil 6 sampai desil 10 tergolong sejahtera.

“Tujuan Sekolah Rakyat ini untuk memotong mata rantai kemiskinan. Karena itu yang diprioritaskan adalah keluarga miskin,” imbuhnya.

Hadirnya program strategis ini di Pandeglang disebut Wawan merupakan hasil kerja keras Pemkab, khususnya Bupati Pandeglang, yang aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, yakni Kementerian Sosial (Kemensos).

“Ini terobosan Pak Prabowo dan Ibu Bupati luar biasa. Ini program rebutan. Ibu Bupati sampai 6 kali ke Mensos. Tahap ke dua ini ada 140 titik se Indonesia, Alhamdulillah Pandeglang dapat Sekolah Rakyat. Ini bukan program yang datang begitu saja, tapi hasil perjuangan,” ungkap Wawan Setiawan. (Adv)

Berita Terkait

Tekan Harga Sembako, Pemkab Serang Gelar Operasi Pasar di Kecamatan Pabuaran
Perkim Kabupaten Serang Fokus Tangani Kawasan Kumuh di Tengah Keterbatasan Anggaran
Pemkab Serang Beri Pelatihan Pengolahan Ikan Bagi Penyandang Disabilitas
Pemkab Serang Targetkan Bangun 1.000 Unit Rutilahu Tahun 2026
Inovatif Dalam Pelayanan Publik, Bupati Pandeglang Dewi Setiani Sabet Ekbispar Award 2026
Satu Tahun Budi–Agis Memimpin, Toleransi di Kota Serang Kian Terjaga Lewat Kirab Budaya Lintas Iman
Wali Kota Budi Luncurkan Armada TRC 112, Warga Cukup Tekan Nomor Darurat
Indosat Rayakan 58 Tahun, Tegaskan Transformasi Menjadi AI TechCo dan Hadirkan Beragam Inovasi untuk Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:29

Tekan Harga Sembako, Pemkab Serang Gelar Operasi Pasar di Kecamatan Pabuaran

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00

Perkim Kabupaten Serang Fokus Tangani Kawasan Kumuh di Tengah Keterbatasan Anggaran

Rabu, 8 April 2026 - 11:20

Pemkab Serang Beri Pelatihan Pengolahan Ikan Bagi Penyandang Disabilitas

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:01

Pemkab Serang Targetkan Bangun 1.000 Unit Rutilahu Tahun 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:09

Inovatif Dalam Pelayanan Publik, Bupati Pandeglang Dewi Setiani Sabet Ekbispar Award 2026

Berita Terbaru

Mahasiswa Prodi Sistem Komputer, Fakultas Ilmu Hukum UNPAM Serang, Chandra Wiguna Pramudiptha. (Foto: Istimewa)

OPINI

Masa Depan Lulusan Sistem Komputer di Dunia Kerja

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:52