Pembangunan Gardu PLN di Desa Ketos: Antara Pembangunan dan Kenyamanan Warga

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Hesti Aulia Septiani. (Foto: Istimewa)

Mahasiswi Administrasi Negara, UNPAM PSDKU Serang, Hesti Aulia Septiani. (Foto: Istimewa)

Nama​​: Hesti Aulia Septiani
NIM: 251092100099
Prodi: Administrasi Negara
Semester: 3 (Tiga)
Mata Kuliah: Teori Sosial Indonesia

Dosen Pengampu: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P

Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang

[BANTENESIA.NET] – Pembangunan gardu PLN di Desa Ketos, KecamatanKibin, Kabupaten Serang merupakan pembangunan yang mendapat dukungan dari sebagian masyarakat. Berdasarkanbeberapa berita, pembangunan ini memberikan manfaat bagiwarga sekitar karena dapat membuka lapangan pekerjaan bagimasyarakat lokal. Bahkan, sekitar 40 sampai 50 pemuda dan warga sekitar ikut bekerja, mulai dari helper, penjaga alatberat, penjaga material, sampai pekerja harian.

Pihak pelaksana juga mengakui rutin membersihkan cecerentanah, menyiram jalan, dan memasang rambu lalu lintas. Bahkan, pembersihan jalan tersebut dilakukan sampai pukul04.00 WIB dengan bantuan mobil damkar. Hal ini patutdihargai. Proyek yang menyerap tenaga kerja lokal tentumembantu ekonomi warga. Saya bisa memahami bahwapembangunan gardu listrik  juga penting untuk kebutuhanbanyak orang.

Baca Juga :  Pengembangan Keterampilan SDM Dalam Meningkatkan Produktivitas Usaha Kerajinan Berbahan Daur Ulang Pada Gerai UMKM dan Rumah Produksi Kerajinan Kerang

Namun, menurut saya, kondisi di lapangan masih perlumendapat perhatian lebih. Mobil-mobil besar yang membawamuatan urugan dan tanah setiap hari melintas di jalan yang padat. Saat hujan, tanah yang tercecer membuat jalan licin dan berbahaya bagi pengendara motor. Saat panas, tanahmengering dan jalan menjadi berdebu sehingga mengganggukenyamanan dan pandangan warga sekitar. Membersihkanjalan memang baik, tetapi jika ceceran tanah terus munculsetiap hari, berati sumber masalahnya belum diselesaikan.

Baca Juga :  Tuntut Transparansi dan Perbaikan Sarana Kampus, Hima Seni Gelar Pertunjukan Teater Ubrug

Yang lebih memprihatinkan, terdapat kecelakaan di Desa Ketos yang melibatkan truk pengangkut tanah dan seorangsiswa SLTA hingga korban meninggal dunia. Berdasarkanpemberitaan, kecelakaan tersebut diduga berkaitan denganaktivitas kendaraan proyek, sehingga kondisi keselamatanpengguna jalan perlu mendapat perhatian lebih. Karena itu, upaya menjaga kepentingan pengguna jalan masih perluditingkatkan. Perhatian terhadap keselamatan tidak cukuphanya dengan memasang rambu atau membersihkan jalan, tapi juga perlu dilakukan pengawasan dan pencegahan risikoselama proyek berlangsung.

Beberapa hal yang menurut saya dapat dilakukan. Pertama, jam operasional truk sebaiknya diatur agar tidak bertabrakandengan jam berangkat dan pulang sekolah serta jam sibukwarga. Kedua, ban truk perlu dibersihkan sebelum keluar area proyek agar tanah tidak terbawa ke jalan. Ketiga, harus adapetugas pengatur lalu lintas di titik keluar masuk proyek. Keempat, muatan truk wajib ditutup agar tanah tidakberceceran dan debu tidak berterbangan. Terakhir, pihakproyek dan PLN perlu terbuka kepada warga, termasukmemberi tanggapan atas kecelakaan yang sudah terjadi.

Baca Juga :  Tanah Ulayat dan Janji Yang Belum Tuntas

Menurut saya, Pembangunan memang penting, tetapi jangansampai membahayakan warga, baik dengan debu, jalan licin, maupun nyawa. Pembangunan yang baik bukan hanya yang selesai tepat waktu, tetapi pembangunan yang membuat wargasekitar tetap aman dan nyaman selama prosesnya berlangsung. ***

Berita Terkait

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?
Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan
Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan
Salah Angkot Ngetem atau Salah Sistem?
Erupsi Anak Krakatau: Alarm bagi Kesiapsiagaan Masyarakat Indonesia
Jalan Tol Dibangun, Apakah Kesejahteraan Rakyat Ikut Melaju?
Anak Krakatau Siaga Level 3, Wisata Anyer-Carita Tetap Buka: Berani atau Abai?
Kualitas Udara Kota Cilegon: Industri Penting, Lingkungan jangan Diabaikan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Jalan Rusak di Lebak Selatan: Kapan Merdeka Infrastruktur?

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bantah Korupsi, 6 Pejabat BPN Kota Serang Minta Dibebaskan

Rabu, 30 September 2026 - 10:39 WIB

Menata PKL, Bukan Sekadar Menggusur: Ketika Kebijakan Pemerintah Harus Berpihak pada Ketertiban dan Penghidupan

Rabu, 30 September 2026 - 10:38 WIB

Salah Angkot Ngetem atau Salah Sistem?

Rabu, 30 September 2026 - 10:37 WIB

Erupsi Anak Krakatau: Alarm bagi Kesiapsiagaan Masyarakat Indonesia

Berita Terbaru