[BANTENESIA.NET] – Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan ekonomi digital, mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Pengelolaan SDM Kreatif dan Teknis Pemasaran Produk Melalui Video Marketing di Platform TikTok dan Instagram” di MA Ashhabul Maimanah Sampang, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut diikuti puluhan siswa-siswi dengan penuh antusias. Pelatihan ini bertujuan membekali generasi muda dengan kemampuan membuat konten kreatif sekaligus memahami strategi pemasaran digital yang kini menjadi kebutuhan penting di era modern.
Para peserta mendapatkan materi mulai dari teknik membuat video menarik, editing menggunakan aplikasi seperti CapCut dan InShot, strategi storytelling, memahami algoritma TikTok dan Instagram, hingga etika bermedia sosial.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan generasi muda di era digital. Menurutnya, banyak siswa yang sudah aktif menggunakan media sosial, namun belum memahami bagaimana memanfaatkannya secara produktif dan bernilai ekonomi.
“Media sosial jangan hanya dijadikan hiburan semata. TikTok dan Instagram juga bisa menjadi sarana membangun kreativitas, personal branding, bahkan peluang usaha,” ujarnya.

Kepala MA Ashhabul Maimanah Sampang, Drs. H. Sonhaji, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama antara sekolah dan Universitas Pamulang terus terjalin untuk meningkatkan kompetensi siswa menghadapi tantangan dunia kerja dan wirausaha digital.
Sementara itu, dosen pembimbing PKM, Ida Yubaedah, S.M., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap siswa memiliki keterampilan abad 21 yang relevan dengan perkembangan teknologi dan dunia industri kreatif saat ini,” katanya.
Suasana pelatihan semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu siswa menanyakan cara membuat video menarik tanpa menggunakan kamera profesional. Pemateri menjelaskan bahwa kualitas konten tidak hanya ditentukan alat, tetapi juga kreativitas.
“Yang paling penting adalah pencahayaan, audio yang jelas, dan storytelling yang kuat. Dengan HP biasa pun bisa menghasilkan video menarik jika diedit dengan baik,” jelas pemateri.
Selain pelatihan, panitia juga memberikan hadiah bagi peserta aktif serta menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak sekolah sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis membuat konten digital, tetapi juga memahami strategi pemasaran online, penggunaan hashtag, pemilihan waktu unggah, hingga cara meningkatkan jangkauan dan interaksi konten di media sosial.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang lebih kreatif, inovatif, dan siap bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital yang terus tumbuh pesat. ***







