[BANTENESIA.NET], KABUPATEN SERANG – Suasana di pojok baca Desa Ranjeng tampak lebih hidup dari biasanya. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan suara nyaring mahasiswa yang membacakan cerita, menciptakan atmosfer literasi yang hangat dan menggembirakan.
Semua ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN 53 Tematik Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Arum Wahyuni Purbohastuti, M.Si.
Selama masa KKN, para mahasiswa aktif menggelar beragam kegiatan literasi yang edukatif sekaligus menyenangkan. Dari membaca buku secara nyaring, memperkenalkan kosakata bahasa Inggris, hingga mengajak anak-anak menulis ulang cerita serta berdiskusi ringan tentang isi buku.
Semua dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan ramah anak.
Tak hanya menyasar anak-anak, para mahasiswa juga mengadakan sosialisasi pengelolaan pojok baca desa bersama pengelola lokal. Tujuannya, agar ruang baca ini tetap aktif dan berkelanjutan meski program KKN telah usai.
“Kami ingin menunjukkan bahwa membaca bukan hanya kewajiban sekolah, tetapi juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan memicu imajinasi,” ujar salah satu mahasiswa KKN.
Beragam pendekatan sederhana seperti permainan tebak-tebakan, menulis cerita, dan diskusi santai terbukti efektif membangun rasa percaya diri, keberanian berbicara, dan kreativitas anak-anak.
Kegiatan ini pun menuai sambutan hangat dari warga dan pengelola pojok baca desa.
Kehadiran mahasiswa Untirta di Desa Ranjeng, Kabupaten Serang, bukan hanya membawa angin segar bagi dunia literasi desa, tetapi juga menanamkan semangat belajar yang berkelanjutan bagi generasi mudanya.
Kolaborasi kecil ini menjadi langkah besar dalam membangun pondasi literasi yang kuat dan berdampak jangka panjang. (Cipz)







