[BANTENESIA.NET] – PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), anak usaha PT Krakatau Steel Tbk., mengumumkan rencana pengembangan kawasan industri III di wilayah Serang, termasuk beberapa desa di Kecamatan Anyar.
Proyek besar ini diharapkan dapat membawa manfaat ekonomi, namun sidang pertama Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Rabu (12/6) di Hotel Mambruk Anyer, menuai kritik dari tokoh masyarakat setempat.
Tokoh muda dari Kecamatan Anyar, Hidayatullah SE, menyayangkan kurangnya partisipasi masyarakat dalam sidang Amdal tersebut.
“Saya sangat menyayangkan adanya pertemuan tersebut, informasi yang saya dapatkan, masyarakat yang hadir pada agenda tersebut tidak melibatkan perwakilan masyarakat di 12 Desa di Anyar,” ungkapnya kepada wartawan.

Pertemuan yang hanya melibatkan beberapa elemen masyarakat dari Desa Anyar, Desa Grogol Indah, dan Kosambi Ronyok dianggap tidak mewakili keseluruhan suara masyarakat.
Hidayatullah menekankan pentingnya keterlibatan lebih luas, bukan hanya dari desa-desa yang menjadi titik proyek, tetapi juga desa-desa tetangga yang turut merasakan dampak pembangunan.
“Project ini kan seharusnya melibatkan bukan hanya dari 3 Desa tersebut, tapi juga keterwakilan masyarakat sekitar dari 3 Desa tersebut, sebab dampak projectnya sudah pasti akan dirasakan juga oleh desa tetangganya,” jelas Hidayatullah.
Meskipun demikian, Hidayatullah menyambut baik keberadaan industri di Kecamatan Anyar yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Namun, ia menekankan agar PT KSI sebagai pemrakarsa proyek lebih teliti dan partisipatif dalam mengelola dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan.
“Saya menyambut baik adanya industri masuk ke Kecamatan Anyar yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya, terutama di Kecamatan Anyar, tetapi saya menekankan agar pihak perusahaan bisa lebih aktif dan partisipatif dalam mengelola dampaknya, baik lingkungan maupun sosial,” pungkasnya.
Diketahui, dalam spanduk kegiatan Konsultasi Publik ‘Rencana Pengembangan Kawasan Industri Krakatau (KIK) III’ tersebar di beberapa titik. Di Kecamatan Anyar, spanduk tersebut terlihat di Desa Kosambi Ronyok, Grogol Indah, dan Anyar. Selain itu, di Mancak; Desa Waringin dan Winong, Kabupaten Serang, serta Kecamatan Ciwandan (Kelurahan Gunung Sugih), Kota Cilegon, Banten.
Pengembangan kawasan industri ini menandai langkah maju dalam upaya meningkatkan industrialisasi di wilayah Banten, namun menyoroti pentingnya partisipasi publik dan pengelolaan dampak yang menyeluruh demi kesejahteraan masyarakat. (*/Pou)






